KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit menindaklanjuti laporan warga terkait kemunculan orangutan yang masuk ke area perkebunan dan diduga memakan buah nanas di kawasan Jalan Lingkar Selatan, Jalan Soekarno-Hatta, Gang Kecamatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Jumat (9/10/2026).
Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan pihaknya telah mengerahkan personel Pos Sampit untuk melakukan survei, pengecekan, dan observasi di lokasi yang dilaporkan warga.
Penelusuran tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan seorang warga bernama Andut yang menyampaikan adanya orangutan memasuki kebun dan memakan nanas milik warga.
Dalam kegiatan tersebut, personel BKSDA mendatangi lokasi menggunakan sepeda motor, kemudian melanjutkan penyisiran dengan berjalan kaki ke area perkebunan untuk mencari keberadaan satwa dilindungi tersebut.

Berdasarkan hasil observasi, kawasan itu didominasi tanaman nanas, sayur-mayur, kelapa sawit, serta semak belukar. Namun, sebagian besar vegetasi semak belukar di lokasi tersebut diketahui telah habis terbakar.
Petugas juga bertemu langsung dengan pelapor dan melakukan pencarian di sekitar area kemunculan orangutan. Meski demikian, hingga kegiatan observasi selesai, keberadaan satwa tersebut belum berhasil ditemukan.
Menurut keterangan warga yang diterima petugas, orangutan yang sebelumnya terlihat diduga berjenis kelamin betina dan memiliki satu anak. Namun, pada Kamis sore (8/10/2026), warga hanya melihat satu individu yang diduga merupakan induknya.
Dalam penyisiran tersebut, petugas menemukan sisa umbut nanas dan bekas buah nanas yang diduga kuat telah dimakan orangutan. Temuan itu menjadi salah satu petunjuk yang diperiksa untuk menindaklanjuti laporan kemunculan satwa tersebut.

Selain itu, petugas menemukan dua sarang orangutan kelas C serta delapan sarang lainnya yang telah terbakar. Meski demikian, struktur keseluruhan sarang yang terbakar tersebut masih terlihat utuh.
Temuan sarang itu menjadi bagian dari hasil observasi petugas di kawasan tersebut, meskipun keberadaan orangutan belum dapat dipastikan saat pengecekan berlangsung.
Muriansyah menjelaskan, selain melakukan pencarian, personel BKSDA juga memberikan arahan kepada warga agar tetap waspada dan segera melapor apabila kembali melihat keberadaan orangutan di sekitar perkebunan maupun permukiman.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung pemantauan serta penanganan kemunculan satwa liar, sekaligus mengantisipasi potensi interaksi yang dapat membahayakan satwa maupun masyarakat.

“Anggota saya melakukan pengecekan di Lingkar Selatan. Hasilnya, orangutan tidak ditemukan. Sementara itu, saya melakukan pengecekan di Jalan Lingkar Utara, Gang Mustika, Kelurahan Baamang Hulu,” ujar Muriansyah.
BKSDA Resort Sampit mengimbau masyarakat untuk tidak mengganggu, mengejar, menangkap, ataupun melakukan tindakan yang dapat melukai orangutan apabila satwa tersebut kembali terlihat.
Masyarakat diharapkan segera menyampaikan informasi kepada petugas BKSDA agar keberadaan satwa dapat ditindaklanjuti dengan langkah penanganan yang tepat, dengan tetap memperhatikan keselamatan warga dan kelestarian satwa liar yang dilindungi.
(Tbk)

Tinggalkan Balasan