KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus memperkuat pembinaan kerohanian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) beragama Islam melalui berbagai kegiatan positif.

Salah satunya adalah latihan seni musik Islami hadroh yang rutin dilaksanakan di Masjid At-Taubah Lapas Sampit, Senin (12/10/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana religius dan penuh kekhidmatan.

Lantunan selawat dan syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW menggema di dalam masjid, menciptakan suasana yang menyejukkan sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan pemasyarakatan.

Latihan hadroh ini tidak hanya menjadi sarana bagi warga binaan untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang seni musik Islami, tetapi juga merupakan bagian dari upaya pembentukan karakter, penguatan mental, serta peningkatan spiritualitas.

Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diajak untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, memperdalam nilai-nilai keislaman, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain itu, kebersamaan dalam kelompok hadroh juga menumbuhkan rasa persaudaraan, mempererat tali silaturahmi, serta melatih kedisiplinan dan kerja sama antarsesama warga binaan.

Lapas Sampit - Lapas Sampit Perkuat Pembinaan Kerohanian Warga Binaan melalui Kegiatan Hadroh

Antusiasme warga binaan dalam mengikuti latihan menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam mendukung proses perubahan diri ke arah yang lebih baik.

Melalui kegiatan seni budaya Islami ini, Lapas Kelas IIB Sampit berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga menyentuh aspek moral dan spiritual.

Dengan demikian, warga binaan diharapkan dapat memiliki bekal keagamaan dan kepribadian yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, memberikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan hadroh tersebut.

Menurutnya, pembinaan kerohanian merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk kepribadian warga binaan sekaligus mempersiapkan mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.

“Latihan hadroh ini adalah wadah untuk menyiarkan selawat dan memperhalus budi pekerti. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana hijrah serta pembekalan moral yang positif bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat kelak,” ujar Muhammad Yani.

Ia berharap kegiatan pembinaan kerohanian dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, khususnya dalam meningkatkan keimanan, membangun karakter positif, serta menumbuhkan semangat untuk memperbaiki diri.

Dengan adanya pembinaan yang berkesinambungan, Lapas Kelas IIB Sampit berkomitmen mendukung proses pemasyarakatan yang berorientasi pada perubahan perilaku, peningkatan kualitas diri, dan kesiapan warga binaan untuk kembali berintegrasi secara positif di tengah masyarakat.
(Tbk)