KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus memperkuat pembinaan kerohanian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) beragama Islam melalui kegiatan belajar membaca dan menulis Al-Qur’an.
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Lapas Sampit ini menjadi sarana bagi warga binaan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus memperdalam pemahaman agama, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh warga binaan, baik yang masih mempelajari huruf hijaiyah dari tingkat dasar maupun yang ingin memperlancar bacaan Al-Qur’an.
Melalui pembelajaran yang terarah, para peserta mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan membaca dan menulis ayat-ayat Al-Qur’an sesuai dengan tingkat pemahaman masing-masing.
Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi Al-Qur’an, memperkuat keimanan, serta menanamkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Selain menjadi bagian dari pemenuhan hak warga binaan untuk menjalankan ibadah, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung proses introspeksi diri dan pembentukan karakter selama menjalani masa pidana.

Pembinaan kerohanian tersebut diharapkan mampu menjadi bekal moral bagi warga binaan dalam memperbaiki perilaku dan mempersiapkan diri untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat.
Nilai-nilai kebaikan yang dipelajari diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama berada di lapas maupun setelah menyelesaikan masa pidana.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, menyampaikan bahwa pembelajaran Al-Qur’an merupakan salah satu bagian penting dalam membentuk karakter dan memperkuat fondasi spiritual warga binaan.
“Melalui kegiatan belajar Al-Qur’an di masjid ini, kami ingin menanamkan fondasi agama yang kuat agar para warga binaan memiliki arah hidup yang lebih baik dan siap menjadi pribadi yang saleh serta bermanfaat,” ungkap Muhammad Yani.
Melalui kegiatan pembinaan kerohanian yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Sampit berharap warga binaan dapat meningkatkan pemahaman agama, menumbuhkan perilaku positif, serta memiliki bekal spiritual yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat.
(Tbk)

Tinggalkan Balasan