KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus memperkuat pembinaan kepribadian melalui kegiatan bimbingan kerohanian rutin bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Kristen.
Kegiatan ibadah yang berlangsung di Gereja Imanuel Lapas Sampit pada Selasa (20/10/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan spiritual warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Ibadah berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekhusyukan.
Melalui kegiatan ini, warga binaan diberikan kesempatan untuk memperdalam pemahaman ajaran agama, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan kesadaran diri sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.
Bimbingan kerohanian tersebut juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk merefleksikan perjalanan hidup, memperbaiki diri, dan menerapkan nilai-nilai kasih, kedamaian, serta sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.

Selain sebagai bentuk pemenuhan hak beribadah, pembinaan spiritual di Gereja Imanuel diharapkan dapat membantu memperkuat mental dan memberikan dukungan moral kepada warga binaan selama menjalani proses pemasyarakatan.
Bekal nilai-nilai keagamaan tersebut diharapkan dapat mendorong mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu bagian penting dalam membentuk pola pikir dan perilaku warga binaan ke arah yang lebih positif.
“Pembinaan kerohanian di Gereja Imanuel ini adalah fondasi utama kami untuk menyentuh hati para warga binaan, sehingga mereka dapat menemukan harapan baru dan kembali ke jalan yang benar,” ujar Muhammad Yani.
Melalui kegiatan bimbingan kerohanian yang dilaksanakan secara rutin, Lapas Kelas IIB Sampit berharap warga binaan dapat semakin memperkuat keimanan, membangun karakter yang lebih baik, serta memiliki bekal moral dan spiritual untuk menjalani kehidupan yang lebih positif setelah menyelesaikan masa pidana.
(Tbk)

Tinggalkan Balasan