KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Kebakaran hutan dan semak belukar kembali terjadi di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

Kebakaran tersebut ditangani petugas Pos Damkar Sektor Samuda bersama sejumlah pihak terkait selama dua hari berturut-turut, Minggu (13/9/2026) dan Senin (14/9/2026).

Pada Minggu (13/9), informasi kebakaran diterima dari Camat Teluk Sampit.

Petugas Pos Damkar Sektor Samuda berangkat menuju lokasi pada pukul 16.20 WIB dan tiba sekitar pukul 16.57 WIB.

Petugas kemudian melakukan operasi pemadaman dan pendinginan mulai pukul 17.00 WIB hingga sekitar pukul 03.00 WIB.

Jarak lokasi kebakaran dari Pos Damkar Sektor Samuda sekitar 23 kilometer.

Dalam penanganan tersebut, Pos Damkar Sektor Samuda mengerahkan satu unit MTPK 12 dengan tiga personel, yakni Kepala Pos (Kapos) Supianor, Saleh, dan Tri.

Pemadaman juga mendapat dukungan dari PT Simon, KLHK, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Kecamatan.

Objek yang terbakar berupa hutan dan semak belukar dengan luas lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare.

Lokasi kebakaran berada cukup dekat dengan permukiman warga, dengan jarak sekitar 15 meter dari rumah warga.

Tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui.

Karhutla - Dua Hari Berturut-turut, Karhutla di Ujung Pandaran Capai 4 Hektare

Setelah tiba di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk mencegah api kembali menyala dan meluas ke kawasan permukiman.

Kebakaran kembali ditangani petugas pada Senin (14/9/2026). Informasi kembali diterima dari Camat Teluk Sampit, dengan lokasi kejadian masih berada di Desa Ujung Pandaran.

Petugas berangkat pukul 08.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 08.20 WIB. Operasi pemadaman dan pendinginan dimulai pukul 08.25 WIB dan selesai sekitar pukul 11.00 WIB.

Pada penanganan kedua ini, petugas kembali mengerahkan satu unit MTPK 12 dengan personel Supianor, Saleh, dan Tri. Mereka mendapat dukungan dari PT Simon dan MPA Kecamatan.

Luas lahan yang terbakar kembali diperkirakan sekitar 2 hektare, dengan objek berupa hutan dan semak belukar. Jarak lokasi dari pos sekitar 1 kilometer.

Petugas melakukan pemadaman dan pendinginan di area yang terbakar guna memastikan api benar-benar padam serta mencegah munculnya titik api baru.

Secara keseluruhan, selama dua kejadian tersebut diperkirakan sekitar 4 hektare lahan hutan dan semak belukar terbakar. Kondisi cuaca saat penanganan dilaporkan cerah.

Kepala Pos Damkar Sektor Samuda, Supianor, menyampaikan bahwa proses penanganan di lapangan berjalan baik.

Kemampuan petugas dan komunikasi juga berjalan baik, sedangkan dukungan logistik dinilai cukup.

Petugas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di tengah kondisi cuaca kering, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di sekitar permukiman.
(Tbk)