PRINGSEWU // MEDIATNI-POLRI.ID/ Suara bising motor yang memacu kecepatan pada dini hari hingga antrean truk pembeli solar yang mengular di pinggir jalan. Dua persoalan ini menjadi keresahan warga Pekon Wates, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung.
Keluhan tersebut disampaikan langsung kepada Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra saat menyambangi warga dalam kegiatan rembuk tani di Balai Pekon Wates, Rabu (21/10/2026).
Warga berharap aksi balap liar yang kerap muncul pada malam akhir pekan dan antrean kendaraan di SPBU Wates bisa segera ditangani agar tidak terus mengganggu kenyamanan dan aktivitas mereka.
Dalam pertemuan itu, warga menyoroti aksi balap liar yang kerap terjadi di ruas jalan Pekon Wates hingga Pekon Bulukarto. Aktivitas tersebut biasanya berlangsung pada malam akhir pekan hingga dini hari, saat sebagian besar warga sedang beristirahat.
Suara bising kendaraan yang dipacu dengan kecepatan tinggi dinilai mengganggu ketenangan lingkungan. Meski polisi telah berulang kali melakukan patroli dan razia, warga menilai aksi balap liar masih kerap terjadi.
Selain mengganggu waktu istirahat, aksi tersebut juga dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan lain. Warga pun berharap penanganan balap liar dapat ditingkatkan sehingga ruas jalan di wilayah mereka tidak terus dijadikan arena adu kecepatan.
Persoalan lain yang tak kalah disoroti ialah antrean panjang kendaraan pembeli BBM bersubsidi, terutama solar, di sekitar SPBU Wates.
Kendaraan yang mengantre hingga ke pinggir jalan kerap mengganggu kelancaran lalu lintas. Warga yang hendak keluar masuk gang maupun rumah juga mengeluhkan akses yang terhalang kendaraan.
Kondisi tersebut membuat masyarakat berharap ada pengaturan yang lebih baik agar antrean pembelian BBM tidak mengganggu aktivitas warga sekitar.
Menanggapi keluhan itu, Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menangani aksi balap liar.
Personel kepolisian, kata dia, rutin diterjunkan untuk melakukan patroli hingga razia di sejumlah lokasi yang rawan dijadikan arena balap liar.
Sejumlah kendaraan yang diduga digunakan untuk aksi tersebut juga telah diamankan. Namun, Dadi mengakui penanganan balap liar bukan perkara mudah karena para pelaku kerap menghindari petugas.
“Anggota sudah rutin kami turunkan untuk melakukan patroli dan razia. Sejumlah kendaraan juga sudah diamankan. Namun, memang penanganan balap liar ini membutuhkan upaya bersama karena pelakunya kerap mencari celah untuk menghindari petugas,” ujar Dadi.
Meski demikian, ia menegaskan kepolisian akan terus melakukan upaya pencegahan dan penindakan guna menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat.
Ia juga meminta warga berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas balap liar di wilayahnya.
Menurutnya, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar penanganan gangguan kamtibmas dapat berjalan lebih efektif.
Dengan adanya informasi dari warga, petugas diharapkan dapat lebih cepat mengetahui lokasi maupun waktu terjadinya aksi balap liar.
Sementara terkait antrean pembelian BBM bersubsidi di SPBU Wates, Dadi mengungkapkan pihaknya telah menerbitkan surat perintah kepada personel untuk melakukan pengawasan, penjagaan, serta pengaturan arus lalu lintas di setiap SPBU.
Ia menjelaskan antrean pembelian BBM merupakan persoalan yang juga terjadi di sejumlah daerah. Karena itu, penanganannya memerlukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pengelola SPBU.
“Kami sudah memerintahkan personel untuk melakukan pengawasan dan pengaturan lalu lintas di SPBU. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan pihak pengelola agar antrean kendaraan tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas,” katanya.
Dadi menambahkan, keberadaan personel di sekitar SPBU diharapkan dapat membantu menjaga ketertiban antrean sekaligus mencegah terjadinya kemacetan yang mengganggu pengguna jalan. Masyarakat juga diimbau tetap tertib dan mengikuti arahan petugas saat mengantre BBM.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres turut mengajak masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Warga diminta segera melapor apabila menemukan situasi darurat atau gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
Kapolres meminta warga memanfaatkan layanan Call Center 110 untuk menyampaikan laporan maupun meminta bantuan kepolisian.
Layanan ini diharapkan menjadi sarana komunikasi yang memudahkan warga memperoleh bantuan saat menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan petugas.
Kepala Pekon Wates, Surya Dwi Saputra, mengapresiasi kunjungan Kapolres Pringsewu yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan persoalan secara langsung.
Menurut Surya, kegiatan sambang menjadi langkah positif dalam membangun komunikasi antara kepolisian dan masyarakat.
Melalui pertemuan seperti ini, berbagai persoalan di tingkat pekon dapat disampaikan secara terbuka sehingga bisa menjadi perhatian dan ditindaklanjuti bersama.
“Kami mengapresiasi kunjungan Bapak Kapolres karena masyarakat bisa menyampaikan langsung keluhan dan kondisi yang terjadi di lingkungan kami. Harapannya, komunikasi seperti ini terus terjalin sehingga persoalan yang dirasakan warga bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Surya.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin AKBP Dadi Perdana Putra sejak menjabat Kapolres Pringsewu pada Agustus 2026.
Selain untuk mengenal wilayah dan karakteristik masyarakat, kegiatan sambang juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, menyerap aspirasi, serta menjaring informasi mengenai situasi keamanan dan ketertiban di tingkat pekon.
Dalam kegiatan itu, Kapolres didampingi Kasat Binmas Polres Pringsewu Iptu Arbiyanto dan Kapolsek Gadingrejo Iptu Sugiyanto. Turut hadir Kepala Pekon Wates Surya Dwi Saputra, prajabinmas, BHP Pekon Wates, kelompok tani, aparatur pekon, tokoh masyarakat, warga, serta Bhabinkamtibmas Aipda Rio D. Kusuma.
(*)

Tinggalkan Balasan