KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus berupaya memenuhi hak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam memperoleh informasi dan mengembangkan diri melalui kegiatan literasi.

Salah satu upaya yang dilakukan ialah menyediakan fasilitas perpustakaan sebagai sarana belajar dan menambah wawasan bagi warga binaan selama menjalani masa pidana, Rabu (21/10/2026).

Keberadaan perpustakaan di lingkungan Lapas Sampit menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana pembinaan yang edukatif dan mendukung pengembangan potensi warga binaan.

Melalui fasilitas tersebut, WBP dapat memanfaatkan waktu dengan kegiatan membaca yang produktif dan bermanfaat.

Perpustakaan menyediakan beragam koleksi buku, mulai dari bacaan keagamaan, keterampilan praktis, hingga pengetahuan umum.

Berbagai bahan bacaan tersebut diharapkan dapat membantu warga binaan memperluas wawasan, meningkatkan pengetahuan, serta memperoleh informasi yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.

Selain menjadi sarana memperoleh informasi, kegiatan membaca juga diharapkan dapat mendorong warga binaan melakukan refleksi diri dan membangun pola pikir yang lebih positif.

Lapas Sampit - Lapas Sampit Sediakan Perpustakaan untuk Tingkatkan Literasi Warga Binaan

Dengan meningkatnya minat baca dan pengetahuan, warga binaan diharapkan memiliki bekal yang lebih baik untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.

Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, menegaskan bahwa pemenuhan hak belajar dan akses terhadap bahan bacaan merupakan bagian penting dari proses pembinaan warga binaan.

“Jeruji besi tidak boleh membatasi pikiran dan semangat untuk belajar. Keberadaan perpustakaan ini adalah bentuk pemenuhan hak WBP untuk terus menambah ilmu, sehingga masa pidana ini benar-benar menjadi proses pembinaan yang membawa perubahan positif bagi masa depan mereka,” tegasnya.

Melalui penyediaan fasilitas perpustakaan, Lapas Kelas IIB Sampit berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan literasi dan pengembangan diri warga binaan.

Upaya ini diharapkan dapat membantu membentuk pribadi yang lebih berpengetahuan, mandiri, dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat.
(Tbk)