KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit melakukan observasi terhadap lokasi kemunculan dan gangguan orangutan di Jalan Jenderal Sudirman Km 15, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (10/8/2026).

Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan kegiatan observasi dilakukan mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB.

Petugas turun langsung ke lokasi untuk mengecek informasi terkait dugaan kemunculan orangutan yang merusak tanaman kelapa sawit milik warga.

“Dari keterangan pelapor, anak kelapa sawit yang dirusak berjumlah sekitar 15 batang,” kata Muriansyah.

Ia menjelaskan, lokasi tersebut relatif mudah diakses karena kendaraan roda empat dapat masuk hingga ke area yang dimaksud.

Kondisi lokasi merupakan kawasan semak belukar yang telah dibuka warga untuk lahan pertanian atau ladang.

Di sekitar lahan pertanian warga tersebut juga banyak ditemukan tanaman kelapa sawit.

Dalam kegiatan tersebut, petugas bersama pelapor bernama Fahmi dan rekannya melakukan pencarian keberadaan orangutan. Namun, satwa dilindungi tersebut tidak ditemukan.

Meski demikian, petugas menemukan satu buah sarang orangutan kelas 3.

Berdasarkan pengamatan terhadap bekas pelepah kelapa sawit yang dimakan, kerusakan tanaman tersebut diduga kuat terjadi sekitar dua hingga empat minggu sebelumnya.

“Orangutannya tidak ditemukan. Kami menemukan satu sarang kelas 3 dan melihat bekas pelepah kelapa sawit yang dimakan. Dari kondisi tersebut diperkirakan aktivitasnya terjadi sekitar dua sampai empat minggu lalu,” jelasnya.

Petugas kemudian memberikan pengarahan kepada Fahmi dan rekan-rekannya agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan orangutan.

Warga juga diminta segera melapor kepada petugas apabila kembali melihat kemunculan satwa tersebut di sekitar lokasi.

Selain melakukan pencarian, petugas juga menggali informasi dari sejumlah peladang atau petani yang berada di sekitar lokasi.

Namun, berdasarkan keterangan mereka, orangutan belum kembali terlihat.

Hal yang menjadi perhatian petugas adalah kondisi di sekitar lokasi yang banyak terlihat asap kebakaran.

Situasi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan orangutan berpindah dan masuk ke area perkebunan atau lahan milik warga.

“Di sekitar lokasi banyak terlihat asap kebakaran. Diduga kuat orangutan menghindari kebakaran dan asap sehingga masuk ke kebun warga,” ungkap Muriansyah.

BKSDA Resort Sampit mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan sendiri apabila kembali menemukan orangutan.

Warga diminta menjaga jarak, tidak mengejar atau mengganggu satwa, serta segera menghubungi petugas BKSDA untuk penanganan lebih lanjut.
(Tbk)