JAKARTA // mediatni-polri.id /  1/11/2026.  Pernyataan pengunduran diri Dr. Netty Rosdiana Siagian dari institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi perhatian publik setelah disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, @netty_diana.

Dalam unggahannya, Netty mengungkapkan bahwa meninggalkan institusi yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup dan pengabdiannya bukanlah keputusan mudah. Namun, menurutnya, ada nilai-nilai dan prinsip yang harus tetap dipertahankan.

“Tidak mudah meninggalkan institusi yang pernah menjadi bagian dari hidup dan pengabdian. Namun, lebih menyakitkan jika harus bertahan dalam tatanan yang tak lagi sejalan dengan hati nurani,” tulisnya.

Ia juga menegaskan bahwa keputusannya bukan karena kehilangan keberanian, melainkan demi menjaga prinsip dan kebenaran yang diyakininya.

“Saya tidak pergi karena kehilangan keberanian, tetapi karena saya tidak ingin kehilangan prinsip. Saya tidak takut melepaskan jabatan, tetapi saya takut mengkhianati kebenaran yang saya yakini,” ungkap Netty.

Dalam pesan lainnya, ia menyampaikan bahwa seragam dan jabatan dapat ditinggalkan, tetapi harga diri serta hati nurani tidak boleh dipertaruhkan.

“Seragam bisa ditanggalkan, jabatan bisa ditinggalkan, tetapi harga diri dan hati nurani tidak boleh diperjualbelikan.”

Netty juga mengungkapkan bahwa dirinya memilih mundur dengan luka daripada harus bertahan dengan mengorbankan prinsip.

Berdasarkan unggahan tersebut, jabatan terakhir yang dicantumkannya adalah Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabagrenmin) Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Ia turut mengunggah surat permohonan pengunduran diri dari Polri yang disebutnya diambil atas kesadaran dan kemauan sendiri, tanpa paksaan maupun tekanan dari pihak mana pun.

Menutup pesannya, Netty menyampaikan refleksi mendalam mengenai makna pengabdian dan nilai kehidupan.

“Sebab pengabdian sejati bukan sekadar tentang di mana kita berdiri, melainkan tentang nilai apa yang tetap kita pertahankan,” tulisnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian bukan hanya tentang jabatan atau seragam yang dikenakan, tetapi juga tentang integritas, kehormatan, dan prinsip yang tetap dijaga. (Red.)