PANGKALAN BUN, MEDIATNI-POLRI.ID – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, S.Ag., M.A., Ph.D., meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Jumat (16/10/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memantau upaya penanganan karhutla di kawasan konservasi yang menjadi habitat satwa liar, khususnya orangutan, serta salah satu destinasi wisata alam yang dikenal hingga mancanegara.

Dalam kunjungan tersebut, Raja Juli Antoni didampingi Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko, S.E., M.Si., Dandim 1014/Pangkalan Bun Letkol Inf Makin, S.Sos., M.I.P., Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Joko Handono, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat H. Rody Iskandar, S.Sos., M.Si.

Turut hadir sejumlah pejabat dari Kementerian Kehutanan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, Balai Taman Nasional Tanjung Puting, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, BPBD, serta instansi terkait lainnya.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.32 WIB, ketika rombongan berangkat dari Hotel Mercure Pangkalan Bun menuju Dermaga TNTP di Kecamatan Kumai.

Setelah tiba di dermaga sekitar pukul 08.59 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan speedboat menuju kawasan Pesalat, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Tanjung Harapan.

Karhutla - Menteri Kehutanan Tinjau Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, Resort Pesalat Jadi Prioritas Penanganan

Rombongan tiba di Pesalat sekitar pukul 10.20 WIB. Selanjutnya, pada pukul 10.30 WIB, Menteri Kehutanan memimpin rapat kerja di Basecamp Tanjung Harapan guna membahas penanganan karhutla di kawasan tersebut.

Usai rapat, sekitar pukul 13.30 WIB, rombongan meninjau lokasi pembuatan penampungan air yang menjadi bagian dari upaya mendukung penanganan kebakaran di kawasan taman nasional.

Peninjauan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju lokasi pembuatan sumur bor dan titik kebakaran pada pukul 15.10 WIB.

Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 15.40 WIB untuk melihat secara langsung kondisi lapangan dan upaya penyediaan sumber air guna mendukung pemadaman.

Setelah meninjau lokasi, rombongan kembali ke Basecamp Tanjung Harapan pada pukul 16.15 WIB dan tiba sekitar pukul 16.47 WIB.

Pada malam harinya, rombongan meninggalkan kawasan Pesalat pukul 20.05 WIB dan tiba di Dermaga TNTP sekitar pukul 20.49 WIB. Karhutla - Menteri Kehutanan Tinjau Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, Resort Pesalat Jadi Prioritas PenangananSelanjutnya, rombongan kembali ke Hotel Mercure Pangkalan Bun dan tiba sekitar pukul 21.30 WIB.

Resort Pesalat menjadi salah satu lokasi prioritas dalam penanganan karhutla karena letaknya berdekatan dengan feeding site atau lokasi pemberian pakan orangutan.

Kondisi tersebut membuat penanganan kebakaran di kawasan ini memerlukan perhatian khusus. Selain berfungsi sebagai habitat orangutan, Taman Nasional Tanjung Puting juga merupakan kawasan konservasi yang menjadi tujuan wisata alam bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut dikhawatirkan dapat mengancam kelestarian ekosistem hutan, mengganggu habitat satwa liar, serta berdampak terhadap keberlangsungan kegiatan wisata berbasis konservasi.

Karena itu, upaya penanganan karhutla melalui penyediaan penampungan air, pembangunan sumur bor, serta pemantauan titik kebakaran menjadi bagian penting dalam mendukung pengendalian kebakaran di kawasan TNTP.

Seluruh rangkaian kegiatan peninjauan Menteri Kehutanan di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting berakhir sekitar pukul 22.30 WIB. Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan lancar.

Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pemantauan langsung terhadap penanganan karhutla, khususnya di kawasan konservasi yang memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati Kalimantan Tengah.
(BHL)