KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus mengoptimalkan pemanfaatan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) melalui kegiatan pemupukan tanaman secara rutin di area pertanian lapas.
Kegiatan yang melibatkan warga binaan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus mendukung program ketahanan pangan. Senin (19/10/2026).
Dalam pelaksanaannya, warga binaan melakukan pemupukan tanaman di bawah pengawasan dan bimbingan petugas.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga produktivitas lahan pertanian agar tetap terawat, subur, dan mampu menghasilkan komoditas yang bermanfaat.
Pemupukan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman, meningkatkan kesuburan tanah, serta mendukung pertumbuhan tanaman agar lebih optimal.
Penggunaan pupuk yang tepat juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas tanaman dan menunjang hasil panen.
Selain berkontribusi terhadap pengelolaan lahan pertanian, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang pertanian.

Mulai dari pengolahan lahan, pemahaman mengenai penggunaan pupuk, hingga perawatan tanaman, seluruh proses tersebut menjadi pengalaman pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pembinaan kemandirian ini, warga binaan diharapkan memiliki bekal keterampilan produktif yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat.
Dengan demikian, kegiatan pertanian di SAE tidak hanya mendukung pemanfaatan lahan lapas, tetapi juga menjadi sarana pembentukan kemandirian dan kesiapan warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, mengapresiasi konsistensi jajaran petugas dan warga binaan dalam merawat serta mengelola lahan pertanian.
Pengelolaan yang berkelanjutan diharapkan dapat menjaga produktivitas lahan sekaligus mendukung keberhasilan program pembinaan kemandirian di Lapas Sampit.
(Tbk)

Tinggalkan Balasan