KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya melalui fasilitas barbershop di lingkungan Lapas yang menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengasah keterampilan tata rambut sekaligus meningkatkan produktivitas, Selasa (27/10/2026).

Aktivitas di barbershop tersebut menunjukkan keterlibatan warga binaan dalam kegiatan yang produktif.

Mereka mempraktikkan keterampilan mencukur dan merapikan rambut, baik untuk sesama warga binaan maupun petugas.

Keberadaan fasilitas ini tidak hanya mendukung kebutuhan kerapian diri di lingkungan Lapas, tetapi juga memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan potensi dan kemampuan di bidang jasa tata rambut.

Dengan peralatan yang memadai dan latihan secara berkelanjutan, mereka dapat meningkatkan ketelitian, mengasah teknik mencukur, serta membangun kedisiplinan dalam bekerja.

Selain keterampilan teknis, kegiatan ini turut menjadi sarana pembentukan karakter.

Barbershop Lapas - Barbershop Lapas Sampit Jadi Wadah WBP Asah Keterampilan dan Tingkatkan Produktivitas

Melalui interaksi selama memberikan layanan, warga binaan belajar berkomunikasi dengan baik, bersikap ramah, menjaga ketelitian, serta bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan.

Kepala Lapas (Kalapas) Sampit mengapresiasi semangat belajar dan produktivitas warga binaan dalam mengikuti program pembinaan kemandirian tersebut. Menurutnya, keterampilan yang terus diasah selama menjalani masa pembinaan dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

“Keahlian mencukur yang terus diasah di dalam Lapas ini adalah modal berharga bagi mereka. Kami ingin memastikan saat bebas nanti, WBP memiliki keterampilan siap pakai yang bisa menjadi sumber penghidupan yang halal dan membanggakan,” ujar Kalapas.

Melalui pembinaan kemandirian di bidang tata rambut, Lapas Sampit berupaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat dan berpeluang dikembangkan setelah kembali ke tengah masyarakat. Dengan demikian, masa pembinaan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang mandiri serta produktif.

(Tbk)