Mediatni-polri.id – Warga Cemaskan Situasi Jalan Bengkirai, Jalur Alternatif Dampak Perluasan Landasan Bandara H Asan.
Penutupan ruas Jalan Tjilik Riwut wilayah Kecamatan Baamang, dampak perluasan landasan Bandara H Asan Sampit, membuat akses kendaraan dialihkan. Salah satunya ke arah Jalan Bengkirai.
Namun minimnya penerangan di jalur tersebut membuat warga khawatir, Terutama bagi warga yang setiap hari pulang bekerja pada malam hari. Pasalnya, jalur tersebut masih jarang ada pemukiman dan minim penerangan.
Warga berharap pemerintah segera memasang lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang Jalan Bengkirai.
Selain untuk menunjang keselamatan berkendara, penerangan dinilai penting untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintasi jalan tersebut setelah hari gelap.

Seperti diungkapkan Ady Aiman salah seorang warga kota besi. Dirinya mengaku sering pulang pergi ke Sampit melalui jalan yang ditutup tersebut. “Saya berharap Jalan Bengkirai diberikan lampu supaya tidak begitu seram,” Katanya Kamis (29/10/2026)
Keberadaan penerangan jalan umum diperlukan agar pengguna jalan dapat melihat kondisi permukaan jalan dengan lebih jelas, terutama ketika melintas pada malam hari. Penerangan juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan pengguna terhadap potensi gangguan keamanan.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga yang melintas setiap hari. Menurutnya, Jalan Bengkirai menjadi pilihan karena jarak tempuhnya lebih dekat. Dirinya mengaku tidak mempermasalahkan kondisi Jalan Bengkirai yang belum beraspal. Menurutnya, pengaspalan bukan satu-satunya kebutuhan mendesak.
Pemerintah juga perlu memastikan jalan tetap terpelihara dan dilengkapi penerangan agar masyarakat bisa melintas dengan lebih aman.

“Paling penting saat ini harus ada penerangan supaya kami pulang malam hari itu tidak waswas. Apalagi kami ini setiap suri berbelanja di sampit setiap hari pulang malam sekitar jam delapan,” ungkapmya.
Diketahui, penutupan Jalan Tjilik Riwut yang berkaitan dengan pengembangan Bandara H. Asan merupakan bagian dari pekerjaan infrastruktur bandara.
Namun, selama jalur alternatif digunakan masyarakat, kebutuhan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan juga perlu mendapat perhatian.
Pemerintah daerah setempat resmi menutup ruas jalan tersebut (22/10/2026). Selain jalur Bengkirai , ada pula jalur alternatif yakni jalan lingkar utara (Ir Soaekarno). (Ariyanto)

Tinggalkan Balasan