KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus mengembangkan kegiatan produktif melalui pemanfaatan lahan kosong di lingkungan lapas.

Salah satunya dengan membudidayakan tanaman terong gelatik sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan sekaligus program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Sabtu (31/10/2026).

Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menjadikan lahan yang tersedia lebih produktif, tetapi juga memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mempelajari keterampilan di bidang pertanian.

Bekal tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha maupun kegiatan produktif setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, warga binaan dilibatkan secara langsung dalam berbagai tahapan budidaya, mulai dari pengolahan tanah, penanaman, perawatan tanaman, hingga proses panen.

Melalui pendampingan petugas, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran praktis untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan bercocok tanam.

Ketahanan Pangan - Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Sampit Kembangkan Budidaya Terong Gelatik sebagai Program Pembinaan WBP

Budidaya terong gelatik juga memiliki potensi manfaat dari sisi pemenuhan kebutuhan pangan dan ekonomi. Hasil panen dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan konsumsi di lingkungan lapas maupun dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomis sesuai dengan pengelolaan yang diterapkan.

Selain keterampilan teknis, aktivitas berkebun turut mendorong warga binaan menjalani rutinitas yang positif dan produktif. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta kesabaran dalam merawat tanaman hingga menghasilkan panen.

Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, menyampaikan bahwa budidaya tanaman produktif merupakan bagian penting dari pembinaan kemandirian.

Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diharapkan memperoleh pengalaman dan keterampilan nyata yang dapat diterapkan setelah selesai menjalani masa pidana.

Menurutnya, pembinaan tidak hanya berorientasi pada kegiatan selama warga binaan berada di dalam lapas, tetapi juga perlu mempersiapkan kemampuan yang bermanfaat bagi kehidupan mereka setelah kembali ke masyarakat.

Melalui pengembangan budidaya terong gelatik, Lapas Kelas IIB Sampit terus berupaya mengoptimalkan potensi lahan sekaligus menghadirkan program pembinaan yang produktif.

Dengan demikian, warga binaan memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, meningkatkan kemandirian, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

(Tbk)