Sampit, Mediatni-polri.id — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang dilaksanakan di jalan H. Imran di lapangan komplek Perumahan TVRI RT 67, RW 04 kelurahan Mentawa Baru Ketapang, Kecamatan Ketapang, Kotawaringin Timur, Sampit, Jum’at (11/9/2026)
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dihadiri Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, yang mewakili Polsek Ketapang, yang mewakili Danramil 1015-3 Ketapang, Wakil ketua Laung Kuning Banjar DPC Sampit Hardiansyah/Utuh Jam, juga bendahara Laung Kuning Banjar, M Nasir, serta para undangan lainnya.
Panitia pelaksana Maulid Nabi Muhammad SAW Sardani yang juga ketua Umum LSM Bintang Kalimantan Independen, juga Wakaperwil Media TNI-Polri Kalimantan Tengah, mengucapkan
“Terima kasih kepada para donator yang telah membantu acara Maulid Nabi ini sehingga acara ini berjalan sesuai apa yang direncanakan, Mudah-mudahan para donator akan diberikan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda Amiin”, katanya
Tema Maulid malam ini “Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Kita Kuatkan Ukhuwah, Wujudkan Masyarakat yang Rukun, Beriman dan Berakhlak Mulia”
Sementara Ustadz Akhmad Aprianur Pimpinan Ponpes Salafiyah Baamang Sampit, menyampaikan dalam Tausiyahnya.
“Nabi kita Muhammad SAW namanya diangkat dan ditinggikan oleh Allah SWT, tidak ada tempat didalam surga, pintu surga dan pintu langit melainkan tertulis nama nabi kita Muhammad SAW,
Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah, Allah menyandingkan namanya dengan nama nabi kita, ini menunjukkan kemuliaan yang tiada tara,” katanya
Sahabat Rasul yang hidup di zaman nabi kita Muhammad SAW, mereka setiap hari memandang nabi, sholat dan berimam dengan nabi, setiap hari mendengan hadist dan kalam nabi, berperang bersama nabi Muhammad
Sahabat nabi memiliki kedudukan yang begitu agung, karena kalau kita mencintai nabi Muhammad SAW walaupun tidak memandang apalagi para sahabat nabi yang kecil dan tumbuh bersama nabi Muhammad, juga banyak yang mati syahid saat berperang
Bahkan ulama ahlul Ushul mereka mengatakan “Kalau seandainya nabi Muhammad SAW tidak ada mukjizat sama sekali, maka cukuplah para sahabat-sahabat nabi menjadi mukjizat bagi nabi kita Muhammad SAW”
“Kalau sahabat yang menduduki posisi istimewa, mereka masih takut kalau dihari kiamat tidak bisa memandang nabi kita Muhammad SAW, Bagaimana dengan kita yang tidak pernah satu zaman dengan nabi, maka kita hanya melalui rasa cinta yang ada di dalam hati kita”, ujarnya
(Ariyanto)

Tinggalkan Balasan