BOGOR // mediatni-polri.id / Pemerintah Desa Bojong, Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor, mengalokasikan Bantuan Keuangan (Bankeu) Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2026 untuk membiayai program Rekontruksi jembatan Desa (jalan Penghubung), pada Sabtu (10/10/2026).
Pembangunan sarana jembatan penghubung antar desa direalisasikan, berlokasi di Kp. Bojong RW. 08 RT. 004 dengan Volume P 6 M X L 5 M X Tebal 30 Cm. Jumlah anggaran Rp. 761.830.000. (Termasuk Pajak) Tim Pelaksana Kerja (TPK) dan warga Desa, target pengerjaan 65 hari.

Langkah ini diambil guna meningkatkan konektivitas antar rukun warga (RW) serta menjamin keselamatan pengguna jalan dan kelancaran mobilitas ekonomi lokal, perubahan untuk peningkatan sebelum dan sesudah perbaikan, lebar jembatan dari 2 meter menjadi 5 meter merupakan sebuah proyek peningkatan infrastruktur yang signifikan, baik dari segi fungsi maupun kapasitas beban.
Kepala Desa Ade Nurdiana SKM mengatakan bahwa, Jembatan tersebut merupakan jalur vital harian warga, mulai dari akses pendidikan, perdagangan, hingga jalur penghubung antar wilayah desa, pembongkaran dan perbaikan struktur jembatan yang sempat mengalami penurunan kondisi jembatan tersebut sudah rapuh, kini terus difokuskan agar dapat bertahan jangka panjang, “ucapnya kepada Media TNI-POLRI, pada Senin (12/10/2026).
Bantuan keuangan daerah yang bersumber dari Kabupaten Bogor salah satunya adalah pembangunan jembatan menjadi prioritas penghubung antara wilayah RW 08 desa Bojong sampai ke batas Desa Linggarmukti, Jembatan tersebut memang dari usianya sudah cukup lama, kemudian dilihat dari kontur jembatan juga memang sudah rapuh.
Menurutnya, Yang mana Jembatan tersebut menjadi sarana warga masyarakat kami dan Desa Linggarmukti menjadi jalur vitalis wilayah Desa Bojong untuk konektivitas jembatan tersebut. demi konektivitas Desa Bojong dengan Desa Linggarmukti umumnya sudah sering digunakan sebagai jalur alternatif bilamana jalur utama jalan kabupaten macet, “tutur Ade Nur.
Hasil survei di tahun 2025 jembatan tersebut memang sudah mengkhawatirkan dilihat dari kerusakannya terutama untuk pondasi-kondasi dan kesalahan bawahnya itu udah dipastikan sekitar 70% sudah mengalami kerusakan, kebetulan untuk jembatan tersebut dikerjakan oleh hasil swadaya masyarakat, kami dari pemerintah Desa beserta dari unit pelaksana teknis dalam hal ini di wilayah tentunya menjadi pengawasan kita untuk pengerjaan, paparnya.
​Saya berharap pengerjaan fisik jembatan ini dapat rampung sesuai target waktu dan standar mutu yang ditentukan. Dengan selesainya pembangunan jembatan ini arus lalu lintas warga diharapkan kembali optimal, aman, dan dapat memicu percepatan roda perekonomian di wilayah Desa Bojong,”harapnya.
Mulai dari akses pendidikan, perdagangan, hingga jalur penghubung antarwilayah desa. Pembongkaran dan perbaikan struktur jembatan yang sempat mengalami penurunan kondisi kini terus difokuskan agar dapat bertahan dalam jangka panjang.
Mari kita kawal dan sukseskan pembangunan jembatan ini bersama sama demi kemajuan dan kesejahteraan desa kita,”pungkasnya. (Heri)

Tinggalkan Balasan