PALANGKA RAYA, MEDIATNI-POLRI.ID – Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026, dimanfaatkan Sekretaris Umum Gerdayak Kalimantan Tengah, Ahmada Dahlan, untuk menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalimantan Tengah atas respons cepat dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Bumi Tambun Bungai.
Apresiasi juga disampaikan kepada Pangdam Tambun Bungai, Kapolda Kalteng, Manggala Agni, para relawan, serta seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam upaya penanggulangan karhutla di lapangan.
Ahmada Dahlan yang juga merupakan tokoh pemuda Kalteng menilai, kerja sama antara pemerintah daerah, TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadapi ancaman karhutla.
“Semangat Sumpah Pemuda adalah semangat gotong royong dan kepedulian nyata. Kami sangat mengapresiasi kepekaan serta respons cepat Gubernur Kalteng bersama Pangdam dan Kapolda yang memimpin langsung penanganan karhutla,” ujar Ahmada Dahlan di Palangka Raya, Rabu (28/10/2026).
Ia juga memberikan penghargaan kepada para petugas Manggala Agni, relawan, dan masyarakat yang terus berjuang di lapangan untuk memadamkan api serta mencegah meluasnya kebakaran.
Menurutnya, dedikasi seluruh pihak yang terlibat merupakan wujud nyata semangat perjuangan dan kepedulian terhadap tanah air, sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Ahmada menambahkan, sinergi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama TNI, Polri, dan berbagai unsur terkait sangat penting untuk mengoptimalkan penanganan karhutla serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat dan lingkungan.
Ia berharap koordinasi dan kerja sama tersebut terus diperkuat, sehingga penanganan karhutla dapat berjalan maksimal, terutama di wilayah yang rawan terjadi kebakaran.
Pada momentum Hari Sumpah Pemuda ini, Ahmada Dahlan juga mengajak generasi muda dan seluruh masyarakat Kalimantan Tengah untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta berperan aktif menjaga kelestarian alam.
“Pemuda harus menjadi bagian dari solusi dalam menjaga lingkungan. Mari kita bersama-sama menjaga hutan dan lahan, tidak melakukan pembakaran sembarangan, serta mendukung upaya pencegahan karhutla agar kejadian serupa tidak terus berulang,” pungkasnya.
(Tbk)

Tinggalkan Balasan