KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus mendorong peningkatan literasi dan wawasan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan membaca yang didukung layanan mobil perpustakaan keliling.

Kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama dengan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (28/10/2026).

Melalui layanan perpustakaan keliling tersebut, warga binaan memperoleh kesempatan untuk membaca berbagai koleksi buku dan bahan bacaan yang tersedia.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan positif untuk mengisi waktu dengan aktivitas bermanfaat, memperluas wawasan, serta menambah pengetahuan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Perkuat Budaya - Perkuat Budaya Literasi, Lapas Sampit Gandeng Perpustakaan Daerah Layani Warga Binaan

Selain mendukung pembinaan, penyediaan bahan bacaan juga merupakan bagian dari pemenuhan hak warga binaan untuk memperoleh informasi.

Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yang mengatur hak warga binaan untuk mendapatkan bahan bacaan dan mengikuti siaran media massa yang tidak dilarang.

Dengan adanya fasilitas tersebut, warga binaan tetap memiliki kesempatan untuk belajar, mengakses informasi, dan mengembangkan potensi diri selama menjalani masa pidana.

Literasi diharapkan dapat membantu membentuk pola pikir yang lebih terbuka sekaligus mendorong kesiapan mereka dalam menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

Perkuat Budaya - Perkuat Budaya Literasi, Lapas Sampit Gandeng Perpustakaan Daerah Layani Warga Binaan

Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Perpustakaan Daerah dalam mendukung kegiatan literasi bagi warga binaan.

“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut karena membaca merupakan jendela ilmu. Melalui kegiatan ini, warga binaan dapat menambah wawasan, meningkatkan kualitas diri, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” ungkapnya.

Melalui sinergi ini, Lapas Kelas IIB Sampit berharap budaya membaca semakin tumbuh di lingkungan pemasyarakatan.

Kehadiran perpustakaan keliling diharapkan tidak hanya memperluas akses informasi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang mendukung proses perubahan diri warga binaan menuju kehidupan yang lebih positif dan produktif.

(Tbk)