KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Kali ini, kebakaran melanda lahan semak belukar di kawasan Perumahan Green Sagonta, Jalan Karya Bersama/Jalan Cilik Riwut, Desa Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kamis (27/8/2026).

Informasi kebakaran diterima Pos Sektor Kota Besi sekitar pukul 15.34 WIB dari warga bernama Agus Wahyudi. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi pada pukul 15.38 WIB dan tiba sekitar pukul 15.55 WIB.

Setibanya di lokasi, Tim Posko Gabungan Karhutla telah lebih dahulu melakukan upaya pemadaman di sekitar kawasan kompleks perumahan Green Sagonta.

Sementara itu, satu unit MUPK 11 dari Pos Sektor Kota Besi dikerahkan untuk melakukan pemadaman sekaligus blocking area guna mencegah api mendekati permukiman warga.

Dalam operasi tersebut, MUPK 11 dioperasikan oleh Kapos/Operator Benny bersama dua personel, yakni Isra Hidayat dan M. Rafly Alamsyah B. Petugas menghadapi kendala berupa habisnya persediaan air saat proses pemadaman berlangsung.

Namun, kondisi tersebut segera diatasi setelah Tim Suplai Karhutla tiba di lokasi untuk melakukan pengisian ulang tangki air MUPK 11. Setelah tangki kembali terisi, petugas melanjutkan pemadaman hingga api berhasil ditangani.

Operasional pemadaman berlangsung mulai pukul 15.56 WIB dan dinyatakan selesai sekitar pukul 17.48 WIB.

Berdasarkan laporan petugas, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±2,5 hektare dengan objek yang terbakar berupa semak belukar.

Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari penyalaan sisa kebakaran lahan sebelumnya. Meski demikian, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban.

Usai pemadaman, MUPK 11 bergerak menuju sungai yang berada di sekitar Kantor Kecamatan untuk melakukan pengisian kembali tangki air.

Setelah itu, kendaraan beserta personel kembali ke Pos Sektor Kota Besi dan melanjutkan kesiapsiagaan.

Jarak yang ditempuh petugas dari Pos Sektor Kota Besi menuju lokasi kebakaran sekitar 13 kilometer. Kondisi cuaca saat operasi berlangsung dilaporkan cerah.
Secara umum, penanganan di lapangan berjalan baik.

Kemampuan petugas, komunikasi, dan koordinasi juga berjalan dengan baik, sementara dukungan logistik dinilai cukup.

Keberadaan Tim Posko Gabungan Karhutla bersama petugas pemadam menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mencegah api menjalar ke kawasan permukiman masyarakat.
(Tbk)