PRINGSEWU // MEDIATNI-POLRI.ID/ Pemilihan Kepala Pekon (Pilkakon) Serentak 2026 tinggal menghitung waktu. Di Kecamatan Ambarawa, empat pekon akan mengikuti pesta demokrasi tingkat pekon tersebut, termasuk Pekon Margodadi dan Pekon Ambarawa Timur.
Menjelang pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026 itu, Polres Pringsewu mengingatkan warga agar tetap rukun. Masyarakat juga diminta tidak gampang terpancing informasi yang beredar di media sosial.
Pesan itu disampaikan Kabag Logistik Polres Pringsewu Kompol Sukimanto saat menyambangi warga dalam kegiatan silaturahmi kamtibmas di Pekon Ambarawa Timur dan Pekon Margodadi, Kecamatan Ambarawa, Senin (21/9/2026) malam.
Didampingi Kapolsubsektor Ambarawa Ipda Yasir Tri Sugiantoro, Sukimanto mengajak masyarakat menjaga suasana tetap aman selama tahapan Pilkakon berlangsung.
Menurutnya, beda pilihan merupakan hal biasa. Jangan sampai pilihan politik justru membuat tetangga bermusuhan atau hubungan antarwarga menjadi renggang.
“Jangan karena berbeda pilihan kemudian kita bermusuhan. Pilkakon ini hanya bagian dari proses demokrasi, sementara hubungan persaudaraan dan kerukunan harus tetap dijaga,” kata Sukimanto.
Jangan Asal Sebar Informasi
Sukimanto juga mengingatkan warga agar tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial, khususnya informasi yang berkaitan dengan calon maupun proses Pilkakon.
Menurutnya, informasi yang belum jelas kebenarannya bisa memicu kesalahpahaman dan memperkeruh suasana di tengah masyarakat.
Warga diminta mengecek terlebih dahulu sebelum mempercayai maupun membagikan sebuah informasi.
“Jangan mudah percaya informasi yang belum tentu benar. Saring sebelum sharing,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak ikut menyebarkan konten yang berisi provokasi, fitnah, penghinaan maupun informasi yang dapat menjatuhkan pihak tertentu.
Perbedaan pilihan, kata dia, hendaknya cukup menjadi pilihan masing-masing warga. Setelah proses pemilihan selesai, masyarakat diharapkan kembali bersama-sama membangun pekonnya.
Politik Uang Juga Disorot
Selain soal kerukunan dan informasi di media sosial, Sukimanto turut mengingatkan warga mengenai politik uang.
Masyarakat diminta tidak mudah tergiur dengan pemberian uang, barang atau bentuk imbalan lainnya yang berkaitan dengan Pilkakon.
Menurutnya, pilihan masyarakat sebaiknya tidak ditentukan hanya karena pemberian sesaat.
“Jangan sampai kepentingan sesaat membuat kita mengorbankan masa depan pekon. Mari bersama-sama menjaga agar Pilkakon berjalan aman, tertib dan damai,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan selama tahapan Pilkakon untuk segera berkoordinasi dengan aparat maupun pihak terkait.
Curanmor Jangan Sampai Lengah
Di luar persoalan Pilkakon, ada satu hal lain yang ikut menjadi perhatian Polres Pringsewu, yakni keamanan kendaraan warga.
Sukimanto meminta masyarakat tidak lengah terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Menurutnya, pelaku kejahatan bisa memanfaatkan kelengahan warga, termasuk kendaraan yang diparkir tanpa pengamanan memadai.
Karena itu, warga diminta tidak sembarangan memarkir kendaraan, terutama di tempat yang sepi atau tidak terpantau.
Penggunaan kunci tambahan, alarm hingga GPS tracker juga disarankan sebagai pengamanan tambahan.
“Jangan memberikan kesempatan kepada pelaku. Kendaraan yang sudah dikunci dengan baik dan ditambah pengaman akan lebih sulit menjadi sasaran,” ujarnya.
Selain mengamankan kendaraan masing-masing, warga juga diminta kembali menghidupkan kegiatan ronda dan poskamling.
Poskamling, kata Sukimanto, bukan sekadar tempat berkumpul warga. Kegiatan ronda dapat menjadi cara sederhana untuk mengenali orang atau aktivitas yang mencurigakan di lingkungan.
Terlebih pada malam hari, saat sebagian warga tengah beristirahat.
Pemasangan CCTV di titik-titik tertentu juga dinilai dapat membantu pengawasan lingkungan. Rekaman kamera pengawas juga dapat menjadi informasi pendukung apabila terjadi tindak pidana.
Keamanan Jadi Tanggung Jawab Bersama
Sukimanto menegaskan, menjaga keamanan bukan hanya tugas polisi.
Masyarakat, pemerintah pekon dan seluruh unsur terkait memiliki peran yang sama penting dalam menjaga lingkungan.
“Kalau semua peduli, keamanan akan lebih mudah dijaga. Jangan menunggu kejadian baru kita bergerak,” katanya.
Ia berharap masyarakat di Pekon Ambarawa Timur dan Pekon Margodadi dapat ikut menjaga suasana tetap kondusif hingga seluruh tahapan Pilkakon selesai.
Terlebih kedua pekon tersebut menjadi bagian dari empat pekon di Kecamatan Ambarawa yang akan mengikuti Pilkakon Serentak 2026.
Pesannya sederhana: beda pilihan jangan jadi alasan untuk bermusuhan, sementara menjaga keamanan lingkungan juga jangan menunggu sampai menjadi korban.
(*)


Tinggalkan Balasan