KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terus dilakukan melalui langkah pemadaman, pendinginan, dan penyekatan jalur api untuk mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya.
Lurah Mentaya Seberang, Hartoni, mengatakan bahwa pihak kelurahan turut melakukan pendampingan dalam kegiatan penyekatan jalur api yang dilaksanakan melalui akses PT BSM hingga menuju batas wilayah PT Rimba Makmur Utama (RMU) di sebelah timur, Jumat (09/10/2026).
Menurut Hartoni, keterlibatan pihak kelurahan merupakan bagian dari upaya bersama dalam menangani karhutla, terutama karena lokasi kegiatan berada di sekitar batas wilayah administrasi Kelurahan Mentaya Seberang, termasuk kawasan Lantabu.
“Hari ini pihak kelurahan turut melakukan pendampingan untuk pelaksanaan penyekatan melalui akses PT BSM sampai menuju batas PT RMU di sebelah timur. Kami ikut bergabung karena terdapat batas wilayah, yaitu Lantabu yang masuk wilayah Kelurahan Mentaya Seberang,” ujar Hartoni.
Ia berharap kegiatan penyekatan dan pemadaman yang dilakukan secara bersama-sama tersebut dapat berjalan dengan baik sehingga mampu menekan penyebaran api di kawasan yang terdampak karhutla.
Hartoni menjelaskan, selain mendampingi kegiatan penyekatan, pihaknya juga ikut melakukan pemadaman di sepanjang jalan yang menjadi akses menuju lokasi kebakaran.
Kegiatan tersebut melibatkan pihak Kelurahan Mentaya Seberang, personel PT Rimba Makmur Utama (RMU), prajurit Yonif TP 923/Mentaya, serta tim RSA yang bersama-sama melakukan upaya penanganan karhutla di lapangan.
“Kami dari pihak kelurahan bersama personel PT RMU, Yonif TP 923/Mentaya, dan tim RSA melaksanakan kegiatan penyekatan hari ini. Mudah-mudahan seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Community Organizer (CO) Pemberdayaan Zona Seranau PT RMU, Akhmad Safari, mengatakan bahwa kegiatan penanganan karhutla kali ini dipusatkan di wilayah Iding, Kelurahan Mentaya Seberang.
Dalam kegiatan tersebut, PT RMU bekerja sama dengan Hutan Kemasyarakatan (HKM) PUD Pembelum Uluh Dipah sebagai salah satu kelompok perhutanan sosial, serta tim RSA untuk melakukan penyekatan dan pemutusan jalur api.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah kobaran api meluas hingga memasuki wilayah kawasan sekitar konsesi.
Menurut Akhmad Safari, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan melakukan pemadaman dan pendinginan pada titik-titik yang terbakar.
Pemutusan jalur api juga menjadi langkah penting untuk menghambat pergerakan api menuju kawasan lain.
“Hari ini kami melakukan kegiatan di wilayah Iding, Kelurahan Mentaya Seberang, bersama Hutan Kemasyarakatan (HKM) PUD Pembelum Uluh Dipah, salah satu kelompok perhutanan sosial, dan tim RSA. Kami akan melakukan penyekatan atau pemotongan jalur api agar tidak melebar hingga ke sekitar kawasan konsesi,” jelasnya.
Selain melakukan penyekatan, pihaknya juga merencanakan pembangunan tiga shelter atau pos di sepanjang jalur akses PT BSM.
Fasilitas tersebut akan difungsikan untuk mendukung kelancaran operasional penanganan karhutla, terutama dalam penyediaan akomodasi, transportasi, dan logistik bagi personel yang bertugas.
Akhmad Safari menjelaskan, keberadaan pos-pos tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilisasi personel serta distribusi kebutuhan operasional, termasuk pengangkutan peralatan pemadaman menuju lokasi kebakaran.
“Dari jalur PT BSM ini, kami melakukan pembuatan shelter. Rencananya akan dibangun tiga shelter atau tiga pos untuk mendukung penyaluran akomodasi, transportasi, dan logistik, termasuk untuk mengangkut peralatan pemadaman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Akhmad Safari menegaskan bahwa upaya yang dilakukan saat ini tidak hanya berfokus pada pendinginan lahan yang telah terbakar, tetapi juga pada pemutusan jalur perambatan api.
Berdasarkan kondisi yang disampaikan di lapangan, jalur api berasal dari arah selatan, yakni dari kawasan Ganepo menuju wilayah Iding yang berada di sekitar kawasan konsesi.
Karena itu, penyekatan dilakukan untuk menghambat pergerakan api sekaligus mengurangi risiko meluasnya kebakaran ke wilayah lain.
“Intinya, yang kami lakukan saat ini bukan hanya pendinginan, tetapi juga pemutusan jalur api. Jalur api ini berasal dari arah selatan, yaitu dari arah Ganepo menuju wilayah Iding yang merupakan kawasan sekitar konsesi,” tegasnya.
Kolaborasi antara pemerintah kelurahan, perusahaan, personel TNI, kelompok perhutanan sosial, dan tim RSA tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadapi ancaman karhutla di Kecamatan Seranau.
Melalui kegiatan pemadaman, pendinginan, penyekatan, serta rencana pembangunan pos pendukung, seluruh pihak berharap penyebaran api dapat dikendalikan dan risiko meluasnya kebakaran di wilayah Kelurahan Mentaya Seberang dapat diminimalkan.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan terus terjaga agar penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif, sekaligus melindungi lingkungan, wilayah masyarakat, dan kawasan konsesi dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
(Tbk)

Tinggalkan Balasan