KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Pelatihan budidaya ayam petelur yang diikuti peserta di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit memasuki hari kedua dengan materi yang semakin intensif dan aplikatif.

Kali ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai manajemen pakan dan nutrisi, pengelolaan kandang, kesehatan ternak, hingga evaluasi kinerja produksi, Selasa (13/10/2026).

Materi manajemen pakan dan nutrisi menjadi salah satu fokus utama dalam pelatihan.

Peserta mempelajari pentingnya pemberian pakan dengan komposisi nutrisi yang seimbang sesuai fase pertumbuhan ayam untuk mendukung kesehatan dan produktivitas ternak.

Selain itu, peserta dibekali pengetahuan mengenai manajemen kandang dan lingkungan, termasuk pemeliharaan kebersihan serta pengaturan suhu dan kondisi kandang agar ayam dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal.

Pelatihan Ayam - Pelatihan Ayam Petelur Hari Kedua, Lapas Sampit Perdalam Manajemen Pakan dan Kesehatan Ternak

Memasuki sesi berikutnya, pelatihan berlanjut pada manajemen pemanenan telur, kesehatan ayam, dan penerapan biosekuriti.

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai tata cara penanganan telur yang tepat untuk menjaga kualitas hasil panen, serta langkah-langkah pencegahan penyakit melalui penerapan prosedur biosekuriti secara konsisten.

Pelatihan juga mencakup pencatatan dan evaluasi kinerja produksi. Peserta diajarkan melakukan pencatatan harian secara teratur, mulai dari konsumsi pakan hingga jumlah telur yang dihasilkan.

Pencatatan tersebut menjadi dasar untuk mengevaluasi produktivitas ternak, mengukur efisiensi penggunaan pakan, dan mendukung pengelolaan usaha peternakan yang lebih terarah.

Seluruh materi pada hari kedua disampaikan secara komprehensif oleh tim ahli dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur.

Pelatihan Ayam - Pelatihan Ayam Petelur Hari Kedua, Lapas Sampit Perdalam Manajemen Pakan dan Kesehatan Ternak

Melalui pembekalan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kegiatan budidaya ayam petelur secara berkelanjutan.

Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, menyampaikan optimismenya terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian peserta.

“Pelatihan hari kedua ini memberikan fondasi teknis yang sangat krusial. Kami berharap para peserta dapat menguasai ilmu ini secara utuh sebagai bekal kemandirian dan keberhasilan budidaya ke depan,” ujar Muhammad Yani.

Melalui pelatihan ini, Lapas Kelas IIB Sampit berharap keterampilan peserta dalam mengelola peternakan ayam petelur semakin meningkat, sehingga dapat mendukung keberhasilan program pembinaan kemandirian dan membuka peluang usaha produktif pada masa mendatang.
(Tbk)