PALANGKA RAYA, MEDIATNI-POLRI.ID – Sekitar 350 orang yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Rakyat Dayak (GARDA) menggelar aksi damai di depan gerbang keluar Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Jalan G. Obos, Kota Palangka Raya, Jumat (23/10/2026).
Aksi tersebut digelar untuk menyatakan dukungan kepada pemerintah, TNI, Polri, masyarakat, dan relawan dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Aksi dipimpin Hj. Muliandina M.A. Lewis, Ketua Umum Asosiasi Bawi Dayak Budaya dan Pariwisata (ASBADATA) Provinsi Kalimantan Tengah.
Selain menyampaikan orasi dukungan, peserta juga menampilkan kesenian tradisional Dayak sebagai bentuk ekspresi budaya dan kebersamaan dalam menghadapi bencana karhutla.
Rangkaian kegiatan diawali sekitar pukul 12.40 WIB, ketika massa berkumpul di depan halte SMAN 3 Palangka Raya.
Sekitar pukul 13.25 WIB, peserta bergerak menuju Kantor Gubernur Kalimantan Tengah dan tiba di gerbang keluar kantor tersebut pada pukul 13.28 WIB.
Setibanya di lokasi, kegiatan diawali dengan ritual adat batawur yang dipimpin koordinator lapangan sekitar pukul 13.30 WIB.

Ritual tersebut dilaksanakan sebagai bentuk permohonan hujan sekaligus harapan agar kegiatan berlangsung lancar.
Selanjutnya, sekitar pukul 13.37 WIB, basir atau rohaniwan melaksanakan ritual mamparasih lewu atau tolak bala.
Rangkaian ritual adat tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan aksi yang memadukan penyampaian aspirasi dengan tradisi masyarakat Dayak.
Pada pukul 13.42 WIB, Hj. Muliandina M.A. Lewis mulai menyampaikan orasi yang berisi dukungan kepada pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, TNI, Polri, serta para relawan yang terlibat dalam penanggulangan karhutla.
Dukungan juga disampaikan melalui orasi dari perwakilan masyarakat suku Banjar sekitar pukul 14.05 WIB dan perwakilan warga Lombok yang berada di Palangka Raya sekitar pukul 14.12 WIB.
Selain orasi, peserta menampilkan tarian daerah dan mengikuti manasai bersama Bawi Dayak. Kegiatan tersebut berlangsung sebagai bentuk kebersamaan lintas kelompok masyarakat dalam menyampaikan dukungan terhadap upaya penanganan karhutla.
Dalam orasinya, GARDA mengapresiasi upaya pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, masyarakat, serta relawan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.
Massa juga mengajak masyarakat adat Dayak dan organisasi kemasyarakatan untuk berpartisipasi aktif dalam pencegahan karhutla.

Peserta aksi turut mengimbau masyarakat agar menjaga kondusivitas daerah dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi mengenai kabut asap maupun penanganan bencana.
Massa juga mengajak masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah selama kondisi kabut asap masih berdampak terhadap kesehatan.
Mereka menekankan pentingnya kerja sama seluruh elemen masyarakat agar penanganan karhutla dapat berjalan optimal dan bencana segera berakhir.
Sekitar pukul 14.50 WIB, massa GARDA bersiap bergeser menuju Rumah Jabatan Gubernur.
Namun, pergerakan tersebut menyesuaikan situasi di lapangan karena pada waktu yang berdekatan berlangsung aksi Aliansi Kalimantan Tengah Melawan Jilid IV.
Sekitar pukul 16.05 WIB, massa menunggu di kawasan lampu merah Bundaran Kecil, di samping Kantor Kejaksaan Tinggi.
Pada pukul 17.20 WIB, peserta kembali bergerak menuju gerbang keluar Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
Rangkaian aksi berakhir sekitar pukul 17.50 WIB. Berdasarkan laporan kegiatan, aksi damai tersebut berlangsung aman dan tertib.
Aksi GARDA menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah.
Selain menyampaikan dukungan terhadap pemerintah dan petugas di lapangan, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat adat serta pemanfaatan pengetahuan lokal dalam menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan.
(BHL)

Tinggalkan Balasan