KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus memperkuat program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif di lingkungan lapas. Kali ini, petugas bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berhasil memanen sebanyak 51 kilogram kangkung dari kebun yang dikelola secara mandiri, Sabtu (24/10/2026).
Panen tersebut menjadi salah satu hasil nyata dari program pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Proses budidaya, mulai dari penanaman hingga pemeliharaan, dilakukan oleh warga binaan dengan pendampingan petugas.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa lahan produktif di lingkungan lapas dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan komoditas pangan sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan.
Melalui kegiatan tersebut, mereka memperoleh pengalaman dan keterampilan pertanian yang diharapkan bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Hasil panen sebanyak 51 kilogram kangkung selanjutnya disalurkan ke dapur lapas untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga binaan.
Pemanfaatan hasil kebun sendiri menjadi salah satu upaya mendukung ketersediaan bahan pangan segar sekaligus membantu memenuhi kebutuhan operasional dapur.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, mengapresiasi kerja keras petugas dan warga binaan yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen kami dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian yang bermanfaat,” ujar Muhammad Yani.
Lapas Kelas IIB Sampit akan terus mendorong pemanfaatan lahan produktif sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Selain mendukung kebutuhan pangan internal, kegiatan pertanian ini diharapkan mampu menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan keterampilan warga binaan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah bebas.
(Tbk)

Tinggalkan Balasan