KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus melanjutkan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Memasuki hari keempat pelaksanaan, Kamis (5/11/2026), tercatat sebanyak 766 WBP telah menjalani pemeriksaan kesehatan sejak hari pertama kegiatan.
Program pelayanan kesehatan ini dilaksanakan sebagai upaya memastikan seluruh warga binaan memperoleh akses pemeriksaan medis yang layak selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas.
Pada hari keempat, pemeriksaan tetap dilaksanakan dengan menyasar berbagai potensi gangguan kesehatan, baik penyakit menular maupun tidak menular.

Adapun rangkaian pemeriksaan meliputi skrining Tuberkulosis (TBC), tes HIV, evaluasi kesehatan kejiwaan atau mental health, serta pemeriksaan rontgen dada untuk mendeteksi kemungkinan gangguan pada organ pernapasan.
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini terhadap berbagai penyakit sekaligus mencegah potensi penyebaran penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui pemeriksaan tersebut, warga binaan diharapkan dapat memperoleh penanganan medis secara cepat dan tepat apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan.
Selain menjaga kesehatan fisik, pemeriksaan ini juga memperhatikan kondisi kesehatan mental warga binaan agar mereka dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih baik.

Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, menyambut baik dan mengapresiasi sinergi berkelanjutan bersama Dinas Kesehatan Kotim dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada warga binaan.
“Pemeriksaan kesehatan secara berkala ini adalah bentuk kepedulian nyata kami terhadap kemanusiaan dan upaya memastikan seluruh warga binaan tetap sehat, baik secara fisik maupun mental, sehingga mereka dapat mengikuti seluruh program pembinaan dengan maksimal,” ujar Muhammad Yani.
Melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini, Lapas Kelas IIB Sampit berharap pemenuhan hak kesehatan warga binaan dapat terus ditingkatkan.
Sinergi dengan Dinas Kesehatan Kotim juga diharapkan berlanjut sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan mendukung keberhasilan program pembinaan.
(Tbk)

Tinggalkan Balasan