KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit kembali melakukan langkah strategis dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mengoptimalkan program pembinaan dengan memindahkan sebanyak 23 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ke sejumlah lembaga pemasyarakatan di Palangka Raya, Sabtu (29/8/2026).

Dari 23 WBP tersebut, sebanyak 13 orang laki-laki dipindahkan ke Lapas Kelas IIA Palangka Raya, sementara 10 WBP perempuan diberangkatkan menuju Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya.

Pemindahan tersebut merupakan bagian dari upaya manajemen hunian serta penataan beban kapasitas di lingkungan Lapas Sampit.

Langkah ini dilakukan secara terencana dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, ketertiban, dan keberlanjutan proses pembinaan bagi para WBP.

Dalam pelaksanaannya, pengawalan ketat diterapkan sepanjang perjalanan.

Petugas Lapas Kelas IIB Sampit bersama aparat kepolisian mengawal rombongan dengan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) keamanan yang telah ditetapkan.

Sebelum diberangkatkan, seluruh WBP yang dipindahkan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan administrasi, kesehatan, serta verifikasi kelengkapan dokumen.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi fisik WBP dalam keadaan baik serta seluruh dokumen pendukung telah lengkap.

Selain sebagai langkah penataan hunian, pemindahan ini juga diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program pembinaan yang lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing WBP di tempat yang baru.

Khusus bagi 10 WBP perempuan yang dipindahkan ke Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya, mereka akan mendapatkan akses terhadap berbagai program pembinaan kepribadian maupun kemandirian yang dirancang secara khusus sesuai karakteristik dan kebutuhan warga binaan perempuan.

Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, menegaskan bahwa pemindahan WBP merupakan bagian dari langkah rutin dan terencana untuk menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

“Pemindahan 23 WBP ini kami lakukan untuk menjaga stabilitas hunian di Lapas Sampit sekaligus memastikan para warga binaan mendapatkan program pembinaan yang lebih maksimal di lokasi yang baru,” ujar Muhammad Yani.

Ia berharap seluruh WBP yang dipindahkan dapat beradaptasi dengan lingkungan baru dan tetap mengikuti seluruh program pembinaan dengan baik.

“Kami berharap para WBP dapat beradaptasi dengan baik dan terus mengikuti proses pembinaan ini dengan ikhlas demi kebaikan diri mereka sendiri,” pungkasnya.
(Tbk)