PALANGKA RAYA, MEDIATNIPOLRI.ID – Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto bersama rombongan tiba di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (22/9/2026).

Kedatangan mereka dalam rangka memantau langsung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta operasi modifikasi cuaca di wilayah Kalteng.

Rombongan tiba melalui jalur penerbangan di Bandara Syamsuddin Noor, Kalimantan Selatan, kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalur darat menuju Palangka Raya.

Pada pukul 10.10 WIB, rombongan menghadiri rapat koordinasi penanganan Karhutla sekaligus mengikuti video conference (Vidcon) rapat monitoring operasi cuaca untuk penanganan kabut asap di Provinsi Kalimantan Tengah.

Kegiatan berlangsung di Kantor BMKG yang berada di samping VIP Room Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.

Selain Menhut dan Kepala BNPB, rombongan terdiri atas Mayjen TNI (Purn.) Sun Suripto selaku Tenaga Ahli Kepala BNPB, Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan, Inspektur III BNPB Kombes Pol Deden Nurhidayatullah, Koorspri Kepala BNPB Kolonel Santosa, serta Tenaga Ahli Kepala BNPB Bima Setiawan dan Richard Erlangga.

Karhutla - Menhut RI dan Kepala BNPB Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah

Kedatangan rombongan disambut Pangdam XXII/Tambun Bungai, Kapolda Kalimantan Tengah, Dandim 1016/Palangka Raya, dan Kapolresta Palangka Raya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Menhut Raja Juli Antoni memberikan apresiasi terhadap hasil operasi penanganan Karhutla yang dinilai telah menurunkan jumlah titik panas.

Namun, ia meminta seluruh pihak memanfaatkan setiap peluang terbentuknya awan secara maksimal untuk mendukung upaya penanganan kebakaran.

Menurutnya, penanganan perlu difokuskan pada kawasan lahan gambut yang memiliki tingkat kedalaman tinggi, kawasan konservasi, serta permukiman yang belum terjangkau penanganan secara optimal.

Selain pemadaman, Menhut menekankan pentingnya langkah pemulihan kawasan hutan dan lahan yang terdampak kebakaran.

“Pemulihan hutan merupakan langkah awal pemulihan, bukan sekadar memadamkan api,” demikian arahan yang disampaikan dalam rapat tersebut.

Ia juga meminta agar pembasahan lahan gambut segera dilakukan serta disusun rencana penanaman kembali pada areal terbuka yang terdampak kebakaran.

Menhut turut menegaskan kewajiban perusahaan dalam menjaga kawasan konsesinya dan mencegah terjadinya pembakaran lahan.

Karhutla - Menhut RI dan Kepala BNPB Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah

Kepatuhan terhadap ketentuan pengelolaan lingkungan menjadi salah satu hal penting dalam evaluasi keberlanjutan izin perusahaan.

Usai kegiatan di Kantor BMKG, sekitar pukul 10.40 WIB rombongan meninggalkan lokasi dan melanjutkan perjalanan menuju Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Posko BPBD Provinsi Kalimantan Tengah di Jalan Tjilik Riwut Km 4, Kota Palangka Raya.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memantau secara langsung penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah, termasuk pengendalian kabut asap, pembasahan lahan gambut, serta langkah pemulihan kawasan yang terdampak.

Rombongan dijadwalkan kembali ke Jakarta melalui Bandara Syamsuddin Noor, Kalimantan Selatan, pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 15.30 WITA, dengan tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
(BHL)