KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai area kunjungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Jumat (25/9/2026).
Sejak pagi, keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP) tampak mengantre dengan tertib untuk bertemu orang-orang tercinta yang sedang menjalani masa pidana.
Kedatangan para keluarga membawa suasana berbeda di area kunjungan. Senyum, sapaan, pelukan, serta kerinduan yang selama ini dipendam menjadi bagian dari pertemuan antara WBP dengan anak, istri, orang tua, maupun kerabat mereka.
Bagi para WBP, momen kunjungan keluarga menjadi salah satu waktu yang paling dinantikan.
Pertemuan secara langsung dengan orang-orang terdekat memberikan dukungan moral sekaligus menjadi penyemangat dalam menjalani proses pembinaan di dalam Lapas.
Canda tawa dan percakapan singkat bersama keluarga menjadi momen berharga yang mampu mengobati rasa rindu.
Dukungan tersebut juga diharapkan dapat membantu menjaga semangat dan optimisme warga binaan selama menjalani masa pidana.

Antusiasme masyarakat dalam melakukan kunjungan juga diimbangi dengan komitmen petugas Lapas Sampit dalam memberikan pelayanan yang aman, tertib, ramah, dan humanis.
Setiap tahapan kunjungan, mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan barang bawaan, hingga pelaksanaan pertemuan di ruang kunjungan, dilakukan secara teratur sesuai ketentuan yang berlaku.
Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan kunjungan berjalan lancar sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung maupun warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, mengatakan dukungan keluarga memiliki peran penting dalam proses pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan.
Menurutnya, kehadiran keluarga dapat memberikan dorongan mental dan motivasi kepada WBP agar mampu menjalani masa pidana dengan baik serta terus memperbaiki diri.
“Momen tatap muka ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan suntikan semangat bagi para warga binaan untuk terus membenahi diri dan menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat nanti,” tutur Muhammad Yani.
Ia menambahkan, hubungan yang tetap terjaga antara warga binaan dan keluarga diharapkan menjadi salah satu modal penting bagi WBP dalam mempersiapkan diri sebelum kembali ke lingkungan masyarakat.
Dengan demikian, kegiatan kunjungan tidak hanya menjadi sarana melepas kerinduan, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan sosial dalam proses pembinaan warga binaan menuju kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidananya.
(Tbk)

Tinggalkan Balasan