LANDAK // MEDIATNI-POLRI.ID/ Polsek Kuala Behe – Polres Landak – Polda Kalbar ~ Upaya mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus diperkuat di wilayah Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak. Salah satunya melalui kegiatan mitigasi dan edukasi pencegahan Karhutla yang dilaksanakan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kuala Behe di Desa Kedama, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah bersama untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, terutama dalam menghadapi potensi kebakaran yang dapat meluas dan menimbulkan dampak terhadap kesehatan, lingkungan maupun aktivitas masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut hadir Camat Kuala Behe Richy, Kapolsek Kuala Behe IPTU Handoko Warih, Danramil/Babinsa, Pj. Kepala Desa Kedama, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta para Kepala Dusun dan Ketua RT/RW.
Camat Kuala Behe, Richy, menjelaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi harus dimulai sejak dini melalui edukasi, peningkatan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah kecamatan bersama unsur terkait akan terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran, khususnya pembakaran lahan yang tidak terkendali,” jelasnya.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Kuala Behe IPTU Handoko Warih, mengatakan bahwa kegiatan mitigasi dan edukasi tersebut merupakan bentuk sinergi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, TNI, pemerintah desa serta seluruh unsur masyarakat dalam mengantisipasi Karhutla.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan pemahaman yang baik mengenai bahaya dan dampak Karhutla. Pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dan dimulai dari lingkungan masing-masing,” ujar IPTU Handoko Warih.
Lanjut Kapolsek menambahkan, peran para Kepala Dusun, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat sangat penting dalam menyampaikan imbauan kepada warga.
Dengan adanya komunikasi dan koordinasi yang baik, potensi terjadinya kebakaran dapat diketahui serta ditangani sedini mungkin.
“Sinergitas seluruh unsur di tingkat kecamatan hingga desa menjadi kunci dalam pencegahan Karhutla. Kami berharap informasi dan edukasi yang disampaikan dapat diteruskan kepada seluruh masyarakat sehingga kesadaran untuk menjaga lingkungan semakin meningkat,” tambahnya.
Kapolsek Kuala Behe juga berpesan kepada masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan menunggu api membesar baru bertindak. Apabila melihat adanya potensi kebakaran, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat dilakukan penanganan secepat mungkin,” pesannya.
(*)

Tinggalkan Balasan