KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus mendorong produktivitas Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui berbagai program pembinaan kemandirian.

Salah satunya melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berupa produksi pisang goreng yang dikelola sebagai kegiatan produktif bagi WBP selama menjalani masa pidana, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan produksi tersebut menjadi sarana bagi WBP untuk mengisi waktu dengan aktivitas positif sekaligus memperoleh pengalaman dan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

Dalam prosesnya, WBP terlibat mulai dari persiapan bahan, pengolahan hingga pengemasan produk.

Seluruh tahapan dilakukan dengan memperhatikan aspek kebersihan dan kualitas, sehingga kegiatan tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga menanamkan sikap disiplin dan tanggung jawab.

Melalui program pembinaan kemandirian tersebut, Lapas Kelas IIB Sampit berupaya membekali WBP dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

Bekali WBP - Bekali WBP dengan Keterampilan Wirausaha, Lapas Kelas IIB Sampit Kembangkan UMKM Pisang Goreng

Pengembangan UMKM diharapkan dapat menumbuhkan semangat berwirausaha sekaligus mendorong WBP agar lebih mandiri dan produktif ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Kalapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, mengatakan bahwa program pembinaan kemandirian harus memberikan manfaat nyata bagi WBP, terutama sebagai bekal untuk menjalani kehidupan setelah selesai menjalani masa pidana.

“Kami ingin WBP tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat,” ujar Muhammad Yani.

Dengan adanya kegiatan produktif tersebut, Lapas Kelas IIB Sampit terus berkomitmen mengembangkan berbagai potensi WBP melalui pembinaan yang berorientasi pada keterampilan, kemandirian, dan kesiapan untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
(Tbk)