KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan melalui budidaya ayam petelur.

Program ini tidak hanya menghasilkan telur untuk memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan lapas, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan di bidang peternakan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui sarana asimilasi dan edukasi tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari pemberian pakan, pemeliharaan kesehatan ayam, hingga pemanenan telur secara berkala.

Hasilnya dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan harian di dapur Lapas Sampit, Sabtu (10/10/2026).

Pemanfaatan telur hasil peternakan mandiri menjadi salah satu upaya untuk mendukung penyediaan bahan pangan yang segar dan efisien.

Langkah ini juga membantu menunjang pemenuhan kebutuhan gizi warga binaan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan lapas.

Ketahanan Pangan - Lapas Kelas IIB Sampit Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Peternakan Ayam Petelur

Lebih dari sekadar kegiatan produktif, pengelolaan peternakan ayam petelur tersebut merupakan bentuk kontribusi Lapas Kelas IIB Sampit dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Melalui kegiatan ini, warga binaan memperoleh pengalaman praktis dalam mengelola peternakan yang dapat menjadi modal keterampilan dan peluang usaha ketika mereka bebas nanti.

Kepala Lapas Kelas IIB Sampit mengapresiasi keberlanjutan program tersebut sebagai bagian dari upaya pembinaan karakter dan peningkatan keterampilan warga binaan.

“Program ayam petelur ini bukan sekadar pemenuhan gizi di dapur lapas, melainkan wujud nyata peran kita dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan mandiri yang bermanfaat bagi masa depan mereka,” ujarnya.

Melalui program ini, Lapas Kelas IIB Sampit berharap pembinaan kemandirian dapat terus berjalan secara berkelanjutan, memberikan manfaat nyata bagi kebutuhan internal, serta mempersiapkan warga binaan agar mampu menjalani kehidupan yang produktif dan mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.
(Tbk)