KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Pelatihan budidaya ayam petelur bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit memasuki hari ketiga sekaligus hari terakhir, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini difokuskan pada evaluasi pengetahuan serta penguatan keterampilan praktis para peserta.

Para warga binaan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan penutup.

Setelah mendapatkan pembekalan teori dan konsep dasar peternakan pada hari-hari sebelumnya, mereka kini berkesempatan menunjukkan pemahaman dan keterampilan yang telah diperoleh selama mengikuti pelatihan.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan.

Selain itu, tim instruktur dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur turut melakukan penilaian terhadap keterampilan para peserta dalam menerapkan teknik budidaya ayam petelur.

Hari Terakhir - Hari Terakhir Pelatihan Ayam Petelur, Warga Binaan Lapas Sampit Asah Keterampilan Peternakan

Penilaian tersebut meliputi pemahaman tentang manajemen pemberian pakan, pencegahan penyakit, serta teknik pemeliharaan dan perawatan ayam petelur sehari-hari.

Evaluasi ini menjadi bagian penting untuk mengetahui sejauh mana peserta mampu memahami materi sekaligus menerapkannya dalam kegiatan peternakan.

Suasana pelatihan semakin aktif saat memasuki sesi praktik perakitan kandang ayam petelur.

Di bawah bimbingan langsung para instruktur, warga binaan bekerja sama merakit konstruksi kandang dengan memperhatikan aspek kebersihan, kenyamanan, dan kesesuaian dengan standar teknis budidaya.

Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam menyiapkan sarana dan prasarana peternakan.

Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan untuk mengembangkan usaha budidaya ayam petelur secara mandiri.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Lapas Kelas IIB Sampit dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur, program pembinaan diarahkan untuk membekali peserta dengan keterampilan yang memiliki nilai produktif dan berpotensi dikembangkan setelah mereka kembali ke masyarakat.

Dengan berakhirnya pelatihan selama tiga hari tersebut, warga binaan diharapkan tidak hanya memahami dasar-dasar budidaya ayam petelur, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah menjalani masa pidana.

Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen Lapas Kelas IIB Sampit dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku, tetapi juga pada peningkatan keterampilan dan kesiapan warga binaan untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.
(Tbk)