KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus mengembangkan keterampilan kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui pelatihan budidaya ayam petelur.
Pada Rabu (14/10/2026), para peserta mengikuti praktik pemasangan kandang ayam sistem baterai sebagai penerapan materi teori yang telah dipelajari sebelumnya.
Kegiatan praktik ini bertujuan menguji pemahaman peserta mengenai konstruksi dan tata letak kandang dalam mendukung kegiatan budidaya ayam petelur.
Melalui praktik langsung, para warga binaan mendapatkan pengalaman dalam merangkai komponen kandang sekaligus memahami aspek teknis yang perlu diperhatikan.
Selama kegiatan berlangsung, para WBP tampak antusias dan bekerja sama dalam merakit komponen kandang besi.

Mereka mempraktikkan materi yang telah dipelajari, termasuk pengaturan kemiringan lantai agar telur dapat bergulir ke tempat penampungan, jarak antarsel kandang, serta kebutuhan pencahayaan dan sirkulasi udara.
Praktik ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga diarahkan untuk membangun kepercayaan diri, kedisiplinan, ketelitian, dan jiwa kewirausahaan warga binaan.
Dengan bekal pengetahuan dan pengalaman tersebut, para peserta diharapkan mampu mendukung pengelolaan peternakan ayam petelur serta memiliki keterampilan produktif ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, mengapresiasi semangat para warga binaan dalam mengikuti pelatihan tersebut.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian dari proses pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi masa depan para peserta.
“Praktik pemasangan kandang ini merupakan bukti nyata transformasi dari teori menuju aksi. Kami berharap keterlibatan langsung para warga binaan dalam pelatihan ini dapat melahirkan kemandirian, etos kerja yang kuat, serta bekal keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan mereka,” ujarnya.
Melalui pelatihan kemandirian yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Sampit berupaya membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah menyelesaikan masa pembinaan.
(Tbk)

Tinggalkan Balasan