KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan pertanian.
Lahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini dikelola menjadi area produktif yang mendukung pembinaan keterampilan sekaligus ketahanan pangan, Jumat (23/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, WBP terlibat langsung dalam perawatan lahan, mulai dari pengolahan tanah, pemupukan, penyiraman, hingga proses panen.
Pelaksanaan kegiatan mendapat pendampingan dari petugas Lapas Sampit agar berjalan terarah dan memberikan manfaat bagi pengembangan keterampilan warga binaan.
Melalui program ini, warga binaan memperoleh pengalaman praktik di bidang pertanian sekaligus belajar menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, dan ketekunan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pengelolaan lahan juga diarahkan untuk menghasilkan berbagai komoditas hortikultura. Hasil pertanian tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan internal lapas maupun dipasarkan sesuai mekanisme yang berlaku.
Program ini sekaligus membuka peluang bagi warga binaan untuk memperoleh premi dari kegiatan kerja sesuai ketentuan.
Program pertanian tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Sampit menjadikan pembinaan kemandirian sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal, Lapas Sampit terus mendorong kegiatan pembinaan yang produktif, bermanfaat, dan berorientasi pada peningkatan kemampuan warga binaan.
(Tbk)

Tinggalkan Balasan