KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit bersinergi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sampit dalam melaksanakan penelitian kemasyarakatan (litmas) pembinaan awal terhadap satu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (26/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan menggali informasi mengenai latar belakang dan kebutuhan WBP sebagai dasar penyusunan program pembinaan yang tepat sasaran.

Pelaksanaan litmas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembinaan yang terarah dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing warga binaan.

Melalui kerja sama lintas unit pelaksana teknis (UPT) pemasyarakatan, Lapas dan Bapas Sampit berupaya memastikan program pembinaan disusun berdasarkan hasil penggalian data yang objektif dan menyeluruh.

Lapas Sampit - Lapas Sampit dan Bapas Sampit Bersinergi, Susun Program Pembinaan WBP melalui Litmas Awal

Dalam kegiatan ini, Bapas Sampit menugaskan Pembimbing Kemasyarakatan (PK) untuk melakukan wawancara mendalam serta mengumpulkan data pendukung terkait WBP yang mengikuti litmas.

Informasi yang dihimpun mencakup riwayat hidup, potensi diri, kondisi sosial, hingga faktor risiko yang perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan program pembinaan.

Lapas Sampit turut memfasilitasi pelaksanaan kegiatan dengan menyediakan sarana pendukung dan memastikan proses wawancara berlangsung tertib serta kondusif.

Dukungan tersebut membantu Pembimbing Kemasyarakatan menggali informasi yang diperlukan sebagai bahan penyusunan rekomendasi pembinaan.

Lapas Sampit - Lapas Sampit dan Bapas Sampit Bersinergi, Susun Program Pembinaan WBP melalui Litmas Awal

Kepala Lapas Kelas IIB Sampit menegaskan bahwa sinergi dengan Bapas merupakan bagian penting dalam membangun sistem pembinaan yang berorientasi pada kebutuhan warga binaan dan keberhasilan proses pemasyarakatan.

“Sinergi dengan Bapas Sampit melalui litmas awal ini adalah fondasi penting agar program pembinaan yang kita berikan benar-benar tepat sasaran dan berdampak positif bagi masa depan WBP,” tegas Kalapas Sampit.

Melalui kegiatan ini, Lapas dan Bapas Sampit diharapkan dapat terus memperkuat koordinasi dalam menyusun program pembinaan yang terarah, terukur, dan sesuai dengan hasil penelitian kemasyarakatan.

Dengan demikian, pembinaan yang diberikan kepada warga binaan dapat berjalan lebih optimal serta mendukung proses perubahan perilaku dan kesiapan mereka untuk kembali ke tengah masyarakat.

(Tbk)