KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus mengoptimalkan pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Salah satunya melalui kegiatan pengajian rutin yang diikuti warga binaan di Blok Wanita dengan menghadirkan penceramah dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan berlangsung dalam suasana khusyuk dan penuh kehangatan.

Para warga binaan mengikuti rangkaian pembinaan keagamaan dengan antusias sebagai bagian dari upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan selama menjalani masa pidana.

Dalam kegiatan tersebut, warga binaan mendapatkan bimbingan membaca Al-Qur’an, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga pembelajaran kelancaran membaca sesuai kaidah tajwid.

Pembelajaran ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci.

Usai pembelajaran, kegiatan dilanjutkan dengan membaca Surah Yasin dan doa bersama.

Perkuat Pembinaan - Perkuat Pembinaan Spiritual, Warga Binaan Blok Wanita Lapas Sampit Ikuti Pengajian dan Tausiyah Kemenag Kotim

Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menghadirkan suasana religius sekaligus menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk melakukan introspeksi diri dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah oleh penceramah dari Kemenag Kotim.

Dalam tausiyah tersebut, warga binaan mendapatkan pesan-pesan keagamaan mengenai pentingnya ketabahan, pertobatan, memperbaiki diri, serta membangun harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Pihak Lapas Sampit menyambut baik sinergi bersama Kemenag Kotim dalam mendukung pelaksanaan pembinaan mental dan spiritual secara berkelanjutan bagi warga binaan, khususnya penghuni Blok Wanita.

Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, menegaskan bahwa kegiatan pengajian dan tausiyah merupakan salah satu upaya untuk membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik melalui pendekatan keagamaan.

“Kegiatan pengajian dan tausiyah ini merupakan ikhtiar kami untuk menyentuh hati para warga binaan. Kami berharap melalui bimbingan dari Kemenag ini, Blok Wanita tidak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga tempat untuk berhijrah, memperbaiki diri, dan kembali ke masyarakat dengan jiwa yang baru,” ucap Muhammad Yani.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Sampit berharap nilai-nilai keagamaan yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi bekal positif bagi warga binaan untuk menjalani proses perubahan diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.

(Tbk)