SERUYAN, MEDIATNI-POLRI.ID – Sebuah helikopter TNI Angkatan Darat (TNI AD) jenis BYSON 235 yang tergabung dalam Satgas Udara Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mengalami kecelakaan di perairan laut Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 11.18 WIB.

Helikopter tersebut mengalami gangguan saat melaksanakan proses pengambilan air (water bombing) untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Berdasarkan laporan kejadian, helikopter dengan rute penerbangan Kuala Pembuang–Telaga Pulang–Kuala Pembuang tersebut mulai beroperasi setelah melakukan start engine pada pukul 09.55 WIB dari Kuala Pembuang.

Karhutla - Helikopter TNI AD BYSON 235 Alami Kecelakaan Saat Misi Pemadaman Karhutla di Perairan Seruyan, Tiga Kru Berhasil Dievakuasi

Namun, sekitar pukul 11.18 WIB, helikopter mengalami gangguan saat proses pengambilan air di perairan laut Desa Sungai Perlu dan diperkirakan jatuh di sekitar lokasi tersebut.

Dalam penerbangan itu, terdapat delapan personel yang berada di dalam helikopter, yakni Mayor Cpn Dudi selaku PIC, Kapten Cpn Febri selaku PIC, Lettu Cpn Hafiz selaku SIC, Kapten Cpn Suganda selaku FE, Lettu Cpn Fercis selaku TI, Pratu Gilang selaku MEK, Serda Sardi selaku MEK, serta Serka Kadiya selaku AVC.

Setelah kejadian, tim gabungan segera melakukan upaya evakuasi dan penyelamatan terhadap seluruh kru helikopter melalui jalur udara dan laut.

Hingga pukul 13.45 WIB, tiga personel dilaporkan berhasil dievakuasi menggunakan helikopter Bell.

Selanjutnya, ketiganya dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Kuala Pembuang di Kuala Pembuang I, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, untuk mendapatkan penanganan medis.

Karhutla - Helikopter TNI AD BYSON 235 Alami Kecelakaan Saat Misi Pemadaman Karhutla di Perairan Seruyan, Tiga Kru Berhasil Dievakuasi

Sementara itu, lima personel lainnya masih dalam proses evakuasi menggunakan helikopter Kamov dengan bantuan tim gabungan.

Proses evakuasi darurat tersebut telah berlangsung sejak sekitar pukul 12.30 WIB dan masih terus dilakukan hingga laporan perkembangan terakhir pada pukul 13.45 WIB.

Peristiwa ini terjadi saat helikopter sedang menjalankan tugas operasi kemanusiaan dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Adapun penyebab kecelakaan masih memerlukan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak terkait untuk memastikan faktor yang melatarbelakangi kejadian tersebut.

Upaya penyelamatan dan evakuasi terus diprioritaskan guna memastikan seluruh personel mendapatkan pertolongan dan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.
(BHL)