KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Perpustakaan Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menghadirkan layanan perpustakaan keliling di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan minat baca sekaligus memperluas akses literasi bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) selama menjalani masa pembinaan.
Kehadiran mobil perpustakaan keliling yang membawa beragam koleksi buku tersebut disambut antusias oleh para warga binaan.
Layanan ini menjadi sarana edukasi sekaligus rekreasi positif yang diharapkan mampu mendorong WBP memanfaatkan waktu dengan kegiatan bermanfaat.
Antusiasme terlihat saat para warga binaan memilih dan membaca berbagai jenis buku, mulai dari buku keagamaan, keterampilan, hingga novel dan bacaan motivasi.
Mereka tampak bersemangat mencari bahan bacaan sesuai minat masing-masing.
Tidak hanya membaca secara mandiri, para warga binaan juga saling berbagi informasi dan merekomendasikan buku yang dianggap menarik.

Kebiasaan tersebut turut menumbuhkan budaya literasi serta semangat belajar bersama di lingkungan blok hunian.
Tingginya minat baca ini tidak terlepas dari kerja sama antara Lapas Kelas IIB Sampit dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur.
Sinergi kedua instansi tersebut menjadi salah satu upaya mendukung program pembinaan melalui penyediaan bahan bacaan yang edukatif dan bermanfaat.
Lebih dari sekadar menyediakan buku, program perpustakaan keliling diharapkan dapat membantu warga binaan memperluas wawasan, menambah pengetahuan, serta membentuk karakter yang lebih baik.
Bekal pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi modal positif bagi mereka ketika kembali dan berbaur dengan masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit Muhammad Yani, menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program kerja sama tersebut.
Menurutnya, layanan perpustakaan keliling memiliki peran penting dalam mendukung pembinaan warga binaan, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan membangun pola pikir yang positif.
“Layanan perpustakaan keliling ini adalah jendela dunia bagi para warga binaan kami. Harapan kami, semangat literasi yang terbangun tidak berhenti di sini, tetapi terus menyalakan harapan dan membentuk pribadi WBP yang lebih baik dan berwawasan luas,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Sampit berharap budaya membaca dapat terus tumbuh di kalangan warga binaan.
Dengan dukungan berbagai pihak, pembinaan melalui literasi diharapkan mampu memberikan manfaat nyata serta menjadi bagian dari proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik setelah mereka menyelesaikan masa pidana.
(Tbk)

Tinggalkan Balasan