Kotawaringin Timur, Media TNI-POLRI Kalteng — Warga dikejutkan dengan penemuan ribuan ekor ikan yang mengapung dalam kondisi mati mendadak di perairan Desa Sebungsu, Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

Peristiwa tersebut sontak menjadi perhatian masyarakat setempat. Banyaknya ikan yang ditemukan mati dan memenuhi permukaan sungai menimbulkan kekhawatiran warga terhadap kondisi lingkungan serta keberlangsungan ekosistem perairan.

Lokasi ditemukannya ikan-ikan mati tersebut diketahui merupakan salah satu spot pemancingan favorit warga. Selama ini, kawasan tersebut menjadi tempat masyarakat untuk memancing sekaligus mencari ikan untuk kebutuhan sehari-hari.

Warga setempat mengecam keras kejadian tersebut apabila nantinya terbukti disebabkan oleh adanya tindakan yang sengaja merusak lingkungan. Mereka menilai kematian ikan secara mendadak dalam jumlah besar berpotensi memberikan dampak serius terhadap ekosistem sungai.

“Ini tempat warga biasa memancing dan mencari ikan. Kalau benar ada tindakan yang menyebabkan ikan mati sebanyak ini, tentu kami sangat menyayangkan dan mengecam keras,” ungkap salah seorang warga.

Masyarakat berharap pihak terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil sampel air maupun ikan guna mengetahui penyebab pasti kematian massal tersebut.

Warga juga meminta agar dilakukan penelusuran secara menyeluruh apabila ditemukan adanya dugaan pencemaran atau aktivitas lain yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem sungai.

Menurut warga, sungai bukan hanya menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar, tetapi juga merupakan habitat berbagai jenis ikan dan organisme lainnya. Karena itu, kelestarian perairan Desa Sebungsu dinilai harus menjadi perhatian bersama.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian ribuan ikan tersebut masih belum diketahui. Masyarakat berharap adanya tindakan cepat dari instansi terkait agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan kondisi perairan dapat segera dipastikan aman.

Warga berharap kasus ini mendapat perhatian serius dan apabila nantinya ditemukan adanya unsur kesengajaan atau pelanggaran terhadap lingkungan, pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.