KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Kemunculan dua individu orangutan yang diduga terdiri dari induk dan anak dilaporkan warga di sebuah kebun karet di wilayah Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

Informasi tersebut diterima staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Kotim, Hadi Suryani, dari seorang warga bernama Rey pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan, berdasarkan laporan warga, orangutan tersebut berjumlah dua individu dan beberapa kali terlihat berada di sekitar kebun karet milik warga.

“Orangutan berjumlah dua individu, yakni induk dan anak,” kata Muriansyah, Sabtu (3/10/2026).

Lokasi kemunculan orangutan berada di kawasan Jalan Soekarno/Jalan Lingkar Utara, masuk Gang Mustika, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim.

Menindaklanjuti laporan tersebut, sekitar pukul 15.00 WIB petugas Pos Sampit bersama empat orang rekannya dari Kumai, di antaranya Heru dan Yogi, mendatangi lokasi untuk melakukan observasi dan pencarian.

Sesampainya di lokasi, petugas bertemu dengan Rey, istri Rey, serta seorang rekannya yang berada di sebuah pondok di dalam kawasan kebun.

Orangutan Induk - Orangutan Induk dan Anak Muncul di Kebun Karet Warga, BKSDA Resort Sampit Lakukan Pencarian

Dari keterangan warga, orangutan tersebut diketahui cukup sering terlihat di sekitar lokasi selama musim kemarau dan saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan, orangutan terakhir kali terlihat pada Jumat pagi.

Warga juga sempat mendokumentasikan keberadaan orangutan tersebut melalui foto pada Rabu sebelumnya. Saat itu, orangutan terlihat berada di sekitar pondok milik warga.

Petugas kemudian melakukan pencarian dengan menyusuri kawasan kebun karet seluas sekitar empat hektare.

Untuk memperluas pencarian, petugas membagi diri menjadi dua regu yang masing-masing menyisir sisi kiri dan kanan kebun.

Namun, dalam penyisiran tersebut petugas belum berhasil menemukan keberadaan orangutan.

Petugas menemukan belasan sarang orangutan, di antaranya dua sarang yang masuk kategori kelas A.

Di sekitar kawasan kebun karet juga ditemukan bekas dan aktivitas kebakaran lahan yang masih berlangsung.

Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas karena habitat orangutan berada di kawasan yang terdampak kebakaran.

Setelah melakukan pencarian, petugas memberikan pengarahan kepada pelapor agar segera menghubungi BKSDA apabila orangutan kembali muncul di sekitar kebun.

Karena waktu masih sekitar pukul 16.30 WIB, petugas kemudian melanjutkan kegiatan observasi ke lokasi lain yang sebelumnya juga dilaporkan menjadi tempat kemunculan orangutan, yakni kawasan kebun karet warga di Desa Kotabesi Hulu, Kecamatan Kotabesi, Kabupaten Kotim.

Orangutan Induk - Orangutan Induk dan Anak Muncul di Kebun Karet Warga, BKSDA Resort Sampit Lakukan Pencarian

Lokasi tersebut sebelumnya telah dilakukan pengecekan oleh petugas pada Rabu lalu.

Saat tiba di sekitar lokasi, petugas kembali menemukan adanya kebakaran lahan. Kondisi di lapangan cukup sulit karena asap terlihat sangat tebal.

Dengan mempertimbangkan faktor keselamatan, petugas memutuskan tidak masuk ke dalam kawasan kebun.

Observasi dilakukan dari tepi jalan sembari menggali informasi dari warga yang ditemui di sekitar lokasi.

Dari hasil pengamatan tersebut, orangutan kembali tidak ditemukan. Meski demikian, petugas menemukan banyak sarang orangutan di kawasan tersebut.

BKSDA mengimbau masyarakat yang berada di sekitar habitat orangutan agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa dilindungi tersebut.

Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila kembali melihat kemunculan orangutan, terutama di kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.
(Tbk)