KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit kembali melakukan pemantauan terhadap sejumlah lokasi yang dilaporkan menjadi tempat kemunculan satwa liar jenis orangutan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.
Kegiatan pemantauan tersebut dilaksanakan pada Rabu (4/11/2026), mulai pukul 15.00 hingga 17.40 WIB.
Petugas melakukan pengecekan di dua lokasi berbeda, yakni kawasan Jalan Soekarno, masuk Gang Mustika, serta Jalan Batanggung atau jalur tembus Kandan-Bajarum.
Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan bahwa dari hasil pengecekan di lokasi pertama, petugas tidak menemukan keberadaan orangutan. Namun, petugas menemukan sekitar 10 pohon nanas yang bagian umbutnya telah dirusak dan dimakan.

Berdasarkan kondisi kerusakan, diperkirakan kejadian tersebut sudah berlangsung sekitar dua hari sebelumnya.
Selanjutnya, petugas melakukan pengecekan di kawasan Jalan Batanggung, jalur tembus Kandan-Bajarum. Di lokasi kedua ini, keberadaan orangutan juga tidak ditemukan. Selain itu, kawasan di sekitar kebun karet diketahui telah mengalami kebakaran.
“Dari kondisi lokasi tersebut, diduga kuat orangutan sudah tidak berada di kawasan itu,” jelas Muriansyah.
Dalam kegiatan pemantauan kali ini, petugas BKSDA Resort Sampit turut dibantu oleh staf CAN Borneo dari Kalimantan Timur bernama Tio.
Pengecekan lapangan juga didukung dengan penggunaan satu unit drone untuk membantu pengamatan dari udara.

Muriansyah menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemantauan rutin terhadap sejumlah titik kemunculan orangutan di sekitar Kota Sampit.
Saat ini, setidaknya terdapat enam lokasi kemunculan orangutan yang terus menjadi perhatian dan dipantau oleh petugas BKSDA Resort Sampit.
“Kebetulan ada rekan dari Kalimantan Timur yang singgah di Sampit dan membawa drone. Jadi, sekalian kami ajak untuk melakukan pengecekan ke beberapa lokasi,” ujarnya.
Melalui pemantauan rutin tersebut, BKSDA Resort Sampit berupaya mengetahui kondisi terkini lokasi kemunculan orangutan sekaligus memantau keberadaan satwa dilindungi tersebut agar penanganannya dapat dilakukan secara tepat.
(Tbk)

Tinggalkan Balasan