SERUYAN, MEDIATNI-POLRI.ID – Tim Satuan Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Satkoppeba) Komando Armada I (Koarmada I) yang tergabung dalam Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi Black Box helikopter Mi-17V5 TNI AD yang jatuh di perairan Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng), Sabtu (7/11/2026).
Keberhasilan tersebut menambah hasil penting dalam operasi SAR setelah seluruh personel yang menjadi korban kecelakaan helikopter tersebut berhasil dievakuasi sebelumnya.
Pangdam XIII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainal Arifin, mengatakan bahwa operasi pencarian kembali dilanjutkan sejak pagi hari sekitar pukul 05.30 WIB dengan diawali persiapan oleh seluruh tim.
Dari hasil penyelaman selama 1 jam 16 menit, tim berhasil menemukan salah satu komponen penting dalam investigasi kecelakaan penerbangan, yakni Flight Data Recorder (FDR).

“Proses SAR kembali dilanjutkan pada pagi ini. Sekitar pukul 05.30 WIB tim mulai melakukan persiapan. Dari hasil penyelaman selama 1 jam 16 menit, tim penyelam berhasil menemukan Black Box, yakni FDR (Flight Data Recorder),” ungkap Zainal Arifin.
FDR tersebut ditemukan oleh tim penyelam pertama yang terdiri dari Serda Debi S dan Serda Wahyu W. Keduanya melakukan penyelaman mulai pukul 07.00 hingga 08.16 WIB.
Setelah berhasil diangkat, perangkat perekam data penerbangan tersebut selanjutnya diserahkan kepada Tim Investigasi Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Black Box itu ditemukan di antara badan helikopter yang masih berada dalam kondisi tenggelam. Proses pencarian dan evakuasi berlangsung lancar dengan didukung kondisi cuaca yang cukup baik.
Menurut Zainal Arifin, hasil pemeriksaan FDR nantinya diharapkan dapat membantu tim investigasi mengungkap penyebab kecelakaan helikopter tersebut.

Sementara itu, operasi SAR Gabungan masih terus dilanjutkan untuk mencari komponen lainnya, yakni Cockpit Voice Recorder (CVR), yang diperkirakan berada di bagian badan hingga ekor helikopter.
“FDR ini akan diperiksa oleh tim investigasi untuk mengetahui penyebab insiden ini. Pencarian dan evakuasi masih berlanjut untuk menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR). Nantinya, Tim SAR Gabungan juga akan melakukan evakuasi terhadap helikopter tersebut,” tutupnya.
Keberhasilan menemukan FDR menjadi salah satu perkembangan penting dalam proses pencarian dan penanganan kecelakaan helikopter Mi-17V5 TNI AD di perairan Kabupaten Seruyan.
Hasil investigasi nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai penyebab insiden tersebut.
(Tbk)

Tinggalkan Balasan