BATOLA, MEDIATNI-POLRI.ID – Operasi pencarian dan penyelamatan korban jatuhnya helikopter water bombing di Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, resmi berakhir, pada Minggu (8/11/2026).
Dari tiga orang kru yang berada di dalam helikopter, dua pilot berkewarganegaraan asing berhasil diselamatkan, sementara satu kru Warga Negara Indonesia (WNI) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Kantor Search and Rescue (SAR) Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan korban ketiga berhasil dievakuasi pada pukul 18.08 WITA dalam keadaan meninggal dunia.
“Dapat kami laporkan bahwa pada pukul 18.08 WITA, korban yang ketiga berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya, jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Jenamas, Kalimantan Tengah, untuk penanganan lebih lanjut,” ucap I Putu Sudayana.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Yayan Supyansuri. Ia bertugas sebagai Helicopter Landing Officer (HLO) dalam penerbangan tersebut.
Sementara dua kru yang selamat adalah pilot Michael John Betteridge asal Australia dan Hugh Andrew John Page asal Selandia Baru.
Peristiwa nahas ini bermula saat helikopter tersebut tengah menjalankan operasi udara penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kecelakaan terjadi ketika helikopter bermanuver rendah untuk mengambil air dari permukaan Sungai Barito menggunakan bambi bucket.
Nahas, armada tersebut kehilangan keseimbangan dan jatuh tercebur ke dalam sungai.
Dua pilot WNA berhasil diselamatkan oleh warga dan nelayan setempat sesaat setelah kejadian. Sementara kru WNI sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Dengan ditemukannya korban ketiga, operasi SAR resmi ditutup. Tim gabungan mengapresiasi peran serta warga dan nelayan setempat yang turut membantu proses evakuasi sejak awal kejadian.
(Tbk)

Tinggalkan Balasan