KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus mengoptimalkan pembinaan kepribadian melalui kegiatan belajar membaca dan menulis Al-Qur’an bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Islam. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Lapas Sampit, Selasa (3/11/2026).
Program pembinaan kerohanian ini diikuti warga binaan dengan tingkat kemampuan membaca Al-Qur’an yang beragam, mulai dari peserta yang masih mempelajari huruf hijaiyah hingga mereka yang ingin memperlancar bacaan.
Melalui pembelajaran tersebut, warga binaan dibimbing untuk mengenal dan memahami huruf hijaiyah, meningkatkan kemampuan membaca serta menulis Al-Qur’an, sekaligus memperdalam pemahaman nilai-nilai keagamaan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan keimanan, membentuk akhlak yang baik, serta mendorong warga binaan melakukan introspeksi diri.

Nilai-nilai yang dipelajari diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal untuk memperbaiki sikap dan perilaku.
Selain memenuhi kebutuhan pembinaan keagamaan, kegiatan di masjid ini menjadi ruang bagi warga binaan untuk memperkuat kehidupan spiritual selama menjalani masa pidana.
Bekal pemahaman agama diharapkan dapat menjadi landasan moral ketika mereka kembali berintegrasi dengan masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, menyampaikan bahwa pembelajaran Al-Qur’an merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan.
“Melalui kegiatan belajar Al-Qur’an di masjid ini, kami ingin menanamkan fondasi agama yang kuat agar para warga binaan memiliki arah hidup yang lebih baik dan siap menjadi pribadi yang saleh serta bermanfaat,” ungkap Muhammad Yani.
Melalui program pembinaan kerohanian yang berkelanjutan, Lapas Sampit berharap warga binaan tidak hanya memperoleh peningkatan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
(Tbk)

Tinggalkan Balasan